EKONOMI THAILAND: Bank of Thailand Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan

Dalam pernyataannya hari ini, seperti dikutip Bloomberg (Rabu, 21/12/2016), Bank of Thailand mempertahankan 1-day repo rate di posisi 1,5% melalui keputusan suara bulat dari para anggota pembuat kebijakan.
Renat Sofie Andriani | 21 Desember 2016 15:31 WIB
Pekerja sedang menanam padi di wilayah Bhubaneswar, Thailand (19/7/2014). - Reuters/Stringer

Bisnis.com, JAKARTA – Bank sentral Thailand memutuskan untuk kembali mempertahankan tingkat suku bunga acuannya di level terendah pada pertemuan ketiga belas berturut-turut.

Hal ini menunjukkan adanya keinginan untuk stabilitas di saat prospek biaya pinjaman AS yang lebih tinggi membebani mata uang di Asia serta memperkeruh gambaran pertumbuhan.  

Dalam pernyataannya hari ini, seperti dikutip Bloomberg (Rabu, 21/12/2016), Bank of Thailand mempertahankan 1-day repo rate di posisi 1,5% melalui keputusan suara bulat dari para anggota pembuat kebijakan.

Keputusan itu sesuai dengan prediksi hampir seluruh Ekonom dalam survey Bloomberg.

Negara-negara berkembang menghadapi potensi arus modal keluar setelah bank sentral AS Federal Reserve pekan lalu menaikkan suku bunganya sebesar 25 bps serta mengisyaratkan tiga kali kenaikan lebih lanjut pada 2017.

Di sisi lain, masa berkabung panjang atas mangkatnya Raja Bhumibol Adulyadej serta prospek langkah proteksionis di AS menimbulkan risiko bagi negara yang perekonomiannya bergantung pada ekspor tersebut.

“Kecuali permintaan domestik di Thailand dalam keadaan goyah serta inflasi menurun, kami tidak melihat adanya pemangkasan suku bunga. Akan lebih mungkin bila suku bunga memiliki risiko kenaikan demi membendung arus modal keluar yang disebabkan pengetatan moneter oleh The Fed,” ujar Tim Leelahaphan, Ekonom Maybank Kim Eng Securities Thailand Pcl., sebelum rilis keputusan tersebut.

 

Tag : ekonomi, Suku Bunga, thailand
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top