BI : Kebutuhan Uang di Natal & Akhir Tahun Cukup

Bank Indonesia memastikan pemenuhan kebutuhan uang pada Natal dan akhir tahun ini akan mencukupi dengan tingkat kenaikan uang yang beredar pada kisaran 6,0%-7,5% dibandingkan akhir tahun lalu.
Veronika Yasinta | 21 Desember 2016 19:18 WIB
rupiah

Bisnis.com, JAKARTA--Bank Indonesia memastikan pemenuhan kebutuhan uang pada Natal dan akhir tahun ini akan mencukupi dengan tingkat kenaikan uang yang beredar pada kisaran 6,0%-7,5% dibandingkan akhir tahun lalu. Proyeksi total uang yang diedarkan pada Natal dan akhir tahun 2016 mencapai Rp620 triliun-Rp630 triliun.

Deputi Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI Yudi Harymukti mengatakan secara umum uang yang diedarkan pada akhir tahun itu lebih rendah 2%-3% dari momen Lebaran tahun ini yang mencapai Rp642 triliun. 

Sementara itu, dari total proyeksi uang yang beredar di akhir tahun, sebanyak Rp88 triliun-Rp94 triliun merupakan kebutuhan uang yang diperkirakan ditarik perbankan dan masyarakat dalam periode Natal dan akhir tahun (outflow).

"Untuk uang yang diedarkan ada peningkatan 15 tahun terakhir sebesar 14,4%, meskipun peningkatannya cenderung menurun. Di 2016 peningkatannya (outflow) 10%, tapi secara rata-rata masih tumbuh positif 14,4% per tahun," katanya, di Jakarta, Rabu (21/12/2016).

Sementara itu, realisasi outflow pada 2015 sebesar Rp85,6 triliun. Proyeksi kenaikan outflow tersebut dipengaruhi oleh realisasi anggaran pemerintah/pemda/swasta, jumlah hari libur yang lebih banyak dibandingkan tahun 2015, pengeluaran uang baru tahun emisi 2016, serta penambahan titik dan frekuensi penukaran baik yang dilakukan oleh Bank Indonesia maupun bekerjasama dengan perbankan.

"Tapi BI juga terus mendorong transaksi menggunakan agara masyarakat melakukan transaksi nontunai karena lebih efisien dan aman," ucapnya.

Yudi menuturkan jumlah outflow pada Desember 2016 di seluruh wilayah satuan kerja kas juga cenderung mengalami peningkatan. Jumlah perkiraan outflow tertinggi masih terdapat di kantor pusat  BI (Jabodetabek) dengan pangsa 28%, Jawa non-Jabodetabek pangsanya 24%, dan pangsa Sumatra sekitar 10%.

Otoritas moneter juga menyiapkan strategi pemenuhan kebutuhan uang kartal periode Natal dan akhir tahun di wilayah terpencil dan perbatasan dengan menyiapkan 22 kas titipan yang tersebar di seluruh pulau. 

Secara khusus, dia mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan yang jelang Natal dan akhir tahun karena bank sentral telah memastikan jumlah total dan jumlah per pecahan sangat mencukupi. Selain itu, perbankan juga diminta untuk menjaga ketersediaan uang tunai di seluruh mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia, uang

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top