Bumiputera Tak Boleh Kalah dari Asuransi Asing

Pengelola Statuter Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Adhie M. Massardi mengatakan asuransi tersebut dan tidak boleh kalah dari perusahaan asuransi asing.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 12 Januari 2017  |  22:54 WIB
Bumiputera Tak Boleh Kalah dari Asuransi Asing
-

Bisnis.com,JAKARTA - Pengelola Statuter Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera Bidang SDM, Umum, dan Komunikasi Adhie M. Massardi mengatakan asuransi tersebut dan tidak boleh kalah dari perusahaan asuransi asing yang kini banyak beroperasi di Indonesia.

Pasalnya, AJB Bumiputera yang didirikan pada 1912 ini, bukan saja merupakan cikal bakal industri asuransi nasional, tapi juga simbol gerakan ekonomi masyarakat kecil di Indonesia. Hal itu diungkapkannya ketika melakukan kunjungan ke Purwokerto, Jawa Tengah, pada Kamis (12/1/2017).

Dalam rilis yang diterima Bisnis, dikatakan bahwa Adhie berada di Purwokerto dalam rangka sosialisasi skema penguatan perusahaan. Adhie melakukan kegiatan yang sama di Yogyakarta pada Jumat (13/1/2017).

Adhie, yang bersama oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ditunjuk sebagai salah satu anggota Pengelola Statuter Bumiputera untuk melakukan restrukturisasi guna penguatan dan pengembangan AJBB yang sempat diguncang isu bermasalah, mengatakan sudah berhasil melakukan skema penyelesaian yang lugas, sehingga hak-hak lebih dari 6 juta pemegang polis bisa terjamin.

“Pengelola Statuter sudah final membuat skema penguatan AJB Bumiputera, dengan melahirkan, antara lain PT Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera (AJSB) dan PT Asuransi Jiwa Bumiputera (AJB) yang struktur bisnis lebih fleksibel sehingga lebih kompetitif dan bisa cepat menyesuaikan dengan tren bisnis asuransi berbasis terknologi informasi,” ujarnya.

“Sekarang pemerintah tidak perlu khawatir Bumiputera yang memiliki lebih dari 6 juta pemegang polis berpotensi mengguncang stabilitas sistem keuangan nasional, karena dengan lahirnya dua usaha baru (AJSB dan AJB) dalam 2 tahun ke depan neraca keuangan AJB Bumiputera sudah mulai stabil,” ujarnya.

Mengenai mundurnya dua Pengelola Statuter sehingga kini tinggal lima orang, Adhie mengatakan itu bukan hal aneh. Menurut dia, memang ada perbedaan pandangan, tapi itu hal biasa.

“Sementara konsep kerja di Pengelola Statuter harus kompak dan mufakat bulat dalam pengambilan keputusan. Keputusan PS memang harus bulat, karena ini menyangkut pengelolaan uang triliunan rupiah dan pelepasan aset untuk menambah cadangan uang yang kalau salah bukan saja menjadi kesalahan strategi, tapi juga berdampak pidana,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ajb bumiputera 1912

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup