SENTIMEN PASAR 8 FEBRUARI: Investasi 2017 Lebih Baik, Impor Sapi Diperketat

Investasi di Indonesia tahun ini akan lebih tinggi, baik investasi langsung (PMA/PMDN) maupun investasi portofolio. Investasi langsung akan didorong oleh ekspansi kredit yang tinggi, besarnya belanja modal BUMN dan suntikan penyertaan modal negara (PMN), belanja modal pemerintah, kenaikan harga komoditas, serta turunnya credit default swap. (Investor Daily)
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 08 Februari 2017  |  07:08 WIB
SENTIMEN PASAR 8 FEBRUARI: Investasi 2017 Lebih Baik, Impor Sapi Diperketat
Impor sapi dari negara yang belum seluruhnya terbebas dari penyakit mulut dan kuku akan makin ketat - Antara/Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah berita dari dalam negeri menjadi perhatian pasar pada perdagangan hari ini, Rabu (8/2/2017).

Berikut rinciannya:

Investasi. Investasi di Indonesia tahun ini akan lebih tinggi, baik investasi langsung (PMA/PMDN) maupun investasi portofolio. Investasi langsung akan didorong oleh ekspansi kredit yang tinggi, besarnya belanja modal BUMN dan suntikan penyertaan modal negara (PMN), belanja modal pemerintah, kenaikan harga komoditas, serta turunnya credit default swap. (Investor Daily)

Impor Daging Sapi. Impor sapi dari negara yang belum seluruhnya terbebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) akan makin ketat setelah Mahkamah Konstitusi mengeluarkan putusan uji materi yang tetap memperbolehkan skema berbasis zona dengan sejumlah persyaratan. (Bisnis Indonesia)

Kebijakan Fiskal. Kebijakan fiskal pada tahun ini akan diarahkan untuk mendorong sektor ekonomi yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan ekonomi cepat seperti sektor pariwisata. (Bisnis Indonesia)

Belanja Modal BUMN. — Kementerian BUMN memperkirakan belanja modal BUMN dapat mencapai Rp468 triliun pada 2017 atau meningkat 57% dibandingkan dengan realisasi Rp297,8 triliun pada 2016. (Bisnis Indonesia)

Penerimaan Cukai. Cukai dinilai dapat menjadi alternatif bagi sumber penerimaan negara yang bisa diandalkan untuk menopang APBN, selain menindaklanjuti data-data yang diperoleh dari program amnesti pajak. Pengenaan objek cukai baru diperkirakan mampu menghasilkan tambahan penerimaan Rp 28,52 triliun hingga Rp 103,26 triliun atau 18,11%-65,69% dari target cukai dalam APBN 2017. (Investor Daily)

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sentimen pasar

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup