BNI Incar 3 Juta Akun Dari Layanan Laku Pandai

PT Bank Negara Indonesia Tbk (Bank BNI) menargetkan akan mendapat 3 juta akun layanan keuangan tanpa kantor untuk dalam rangka keuangan inklusif (laku pandai) tahun ini.
Krizia Putri Kinanti | 15 Maret 2017 20:15 WIB
Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni (kiri) dan Muliaman D Hadad (kedua kanan) - Antara/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia Tbk (Bank BNI) menargetkan akan mendapat 3 juta akun layanan keuangan tanpa kantor untuk dalam rangka keuangan inklusif (laku pandai) tahun ini.

Keuangan inklusif di Indonesia saat ini sebesar 36% dan pada 2019 ditargetkan harus mencapai 75%, artinya 150 juta orang yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia harus mendapatkan layanan keuangan perbankan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator memfokuskan diri ke basic saving account (laku pandai), kredit dan asuransi, Sementara Bank Indonesia memfokuskan diri ke uang elektronik.

Anang Fauzie, General Manager Electronic Banking Bank BNI menyampaikan tantangan terbesar yang dihadapi perseroan adalah harus bisa menyasar dan menjangkau masyarakat urban dan masyarakat perdesaan.

“Bagaimana caranya BNI dapat mendefinisikan karakter masyarakat dan menyiapkan teknologinya tepat sasaran dan efektif,” ujarnya di Jakarta, Rabu (15/3).

Per Desember 2016, bank berkode emiten BBNI ini memiliki 41.000 agen laku pandai dengan saldo rata rata tabungan yakni Rp300.000, jumlah rekening 2 juta dan transaksi per bulan yakni Rp1,2 juta untuk setiap agennya.

Tag : perbankan
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top