Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi Sebut 3 Industri Penting Bisa Digarap Usahawan Muda, Apa Saja?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur, industri pengolahan, dan industri jasa.
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 27 Maret 2017  |  13:56 WIB
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas tentang perlindungan konsumen di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/3). - Antara/Rosa Panggabean
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas tentang perlindungan konsumen di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/3). - Antara/Rosa Panggabean

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi)  menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur, industri pengolahan, dan industri jasa.

Harapannya, lewat pembangunan infrastruktur biaya transportasi dan logistik dapat turun agar produk buatan dalam negeri dapat bersaing dengan produk luar negeri. Di sektor infrastruktur, pemerintah tengah menggenjot pembangunan jalan tol, bandara, pelabuhan, dan jalur kereta api.

Presiden mengatakan, pada tahun-tahun mendatang jangan sampai Indonesia menjual bahan mentah ke luar negeri. Seluruh bahan mentah yang dihasilkan di bumi Indonesia harus diolah, dijadikan produk jadi, kemudian dijual ke negara lain.

"Semua harus barang, minimal setengah jadi. Kita bisa dorong ekspor semua barang jadi. Kelapa sawit jangan kirim CPO, jagung juga sama, produksi jagung nanti melimpah. Jangan sampai kita kirim dalam bentuk mentah, buatlah makanan, buatlah makanan ternak, semua harus masuk industri pengolahan," ujar Presiden saat membuka rapat kerja nasional XVI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, di Jakarta, Senin (27/3/2017).

Presiden mengatakan, Indonesia memiliki kekuatan di industri pariwisata. Saat ini pemerintah membangun 10 destinasi baru. Usahawan muda dapat berperan dalam membangun sarana pendukung pariwisata, misal membuka restoran dan berjualan souvenir.

Perkiraannya, Indonesia akan mendapat bonus demografi besar pada tahun-tahun mendatang. Di saat itulah usahawan yang sudah merintis usahanya sejak saat ini dapat menikmati keuntungan.

Berdasarkan prediksi pemerintah, pada 2045 populasi Indonesia mencapai 309 juta penduduk, pertumbuhan ekonomi diprediksi sekitar 5%-6%, dan produk domestik bruto mencapai US$9,1 triliun. Adapun, pendapatan per kapita mencapai US$29.000.

"Berkaitan dengan lifestyle, akan berkembang di negara kita. Ritel, media, kuliner akan berkembang besar sekali. Pemasaran online, online store. Dan ini adalah anak-anak muda yang bisa, tidak bisa lagi yang seumur saya masuk sini, sudah sulit," kata Presiden.

Menurut Jokowi, ada peluang besar di business process outsourcing (BPO) yang dapat digarap anak muda Indonesia. Bisnis ini sudah sangat berkembang di Filipina hingga menghasilkan US$25 miliar dalam satu tahun.

"Mungkin jangan masuk yang sudah dikuasai Filipina, telemarketing. Kita masuk disain grafis, animasi, aplikasi software. BPO di Indonesia masih sangat menjanjikan sekali."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi hipmi
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top