Perkuat Pendanaan, BTN Kaji Penerbitan Obligasi Hingga Rp5 Triliun

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. tengah mengkaji penerbitan obligasi berkelanjutan pada tahun 2017 untuk mengantisipasi kebutuhan pendanaan jangka panjang dan potensi peningkatan kredit sampai akhir tahun.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 12 April 2017  |  08:36 WIB
Perkuat Pendanaan, BTN Kaji Penerbitan Obligasi Hingga Rp5 Triliun
Bank BTN - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. tengah mengkaji penerbitan obligasi berkelanjutan pada tahun 2017 untuk mengantisipasi kebutuhan pendanaan jangka panjang dan potensi peningkatan kredit sampai akhir tahun.

Sambil memantau kondisi pasar dan kebutuhan pendanaan, perseroan menargetkan pelaksanaan penawaran umum berkelanjutan tersebut terealisasi dalam satu hingga dua bulan ke depan.

"Persiapannya masih dalam progress, mungkin nanti di bulan Mei atau Juni awal. Nilainya kemungkinan antara Rp3 triliun - Rp5 triliun," kata Direktur Keuangan dan Treasuri BTN Iman Nugroho Soeko

Dia mengatakan rencana penerbitan tersebut adalah bagian dari obligasi berjelanjutan tahap ketiga dengan nilai plafon Rp10 triliun. Adapun, Rp5-Rp7 triliun sisanya rencananya akan digunakan pada tahun depan.

Setiap tahun BTN menerbitkan obligasi. Oleh karena itu, Iman yakin pada tahun ini nilainya dapat tercapai, kendati pada masa yang bersamaan sejumlah bank besar lainnya seperti Bank Mandiri juga berencana menerbitkan obligasi.

"Kami optimis karena ini berkaitan dengan kebutuhan dan demand, sejak dulu permintaannya pun selalu tinggi. Di sisi lain, performance BTN juga lebih relatif paling strong secara persentase, meskipun secara absolute size sebetulnya kecil bila dibandingkan dengan Bank Mandiri," bebernya.

Dalam kesempatan sebelumnya, Iman mengungkapkan emiten bank berkode BBTN tersebut akan mengupayakan kebutuhan pendanaan di luar DPK sebesar Rp18 triliun.
Selain emisi obligasi, instrumen non-konvensional lainnya yang akan digunakan BTN adalah NCD senilai Rp5 triliun - Rp6 triliun, pinjaman bilateral senilai Rp5 triliun dan sekuritisasi. Rencananya, pada awal Mei, perseroan akan menerbitkan sekuritisasi EBA SP senilai Rp1 triliun.

Hasilnya akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) baik subsidi maupun nonsubsidi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
btn

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup