Deflasi Selamatkan Tingkat Upah

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kenaikan upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan atau tukang bukan mandor pada Maret 2017.Upang nominal buruh tani per hari Maret 2017 naik 0,42% Rp49.473/hari, dibandingkan pada Februari 2017 yang sebesar Rp49.268.
Hadijah Alaydrus | 17 April 2017 16:02 WIB
Kebun teh. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kenaikan upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan atau tukang bukan mandor pada Maret 2017.

Upang nominal buruh tani per hari Maret 2017 naik 0,42% Rp49.473/hari, dibandingkan pada Februari 2017 yang sebesar Rp49.268.

Sementara itu, upah nominal buruh bangunan atau tukang bukan mandor naik 0,08% menjadi Rp83.724 per hari dibandingkan dengan Februari 2017 yakni sebesar Rp83.657.

"Bulan Maret kan deflasi 0,02%, di pedesaan itu juga terjadi deflasi. Itu yang menyebabkan upah buruh tani naik," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Senin (17/4/2017).

Sementara itu, BPS juga melaporkan kenaikan upah buruh informal perkotaan untuk buruh potong rambut wanita per kepala dan pembantu rumah tangga per bulan.

Rata-rata upah buruh potong rambut wanita per Maret 2017 mengalami kenaikan 0,37% dari Rp25.258 menjadi Rp25.352. Adapun, upah riil buruh potong rambut tercatat naik 0,39% dari Rp 19.696 menjadi Rp 19.772.

Upah nominal pembantu rumah tangga per bulan meningkat sebesar 0,36% menjadi Rp372.181 dari Rp370.846 pada Februari 2017 dan upah riilnya naik 0,38% menjadi Rp290.267 pada Maret 2017 dari Rp289.181 bulan lalu.

Tag : bps, buruh
Editor : Lutfi Zaenudin

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top