BOJ Siap Lanjutkan Pelonggaran Moneter

Bank Sentral Jepang (BOJ) bersiap melanjutkan kebijakan pelonggaran moneternya.
Yustinus Andri DP | 17 April 2017 17:42 WIB
Bank of Japan - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA—Bank Sentral Jepang (BOJ) bersiap melanjutkan kebijakan pelonggaran moneternya.

Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda mengatakan, kebijakan tersebut dilakukan mengingat kenaikan laju inflasi diproyeksikan masih di bawah target yang ditentukan pada tahun ini. Seperti diketahui, BOJ menetapkan target inflasi pada tahun ini mencapai 2%.

“BOJ merasa perlu melanjutkan stimulus moneter dan akan terus memantau pertumbuhan indeks harga konsumen nasional. Mengingat belum ada tanda-tanda atau momentum inflasi akan kembali melonjak,” katanya, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (17/4/20170).

Pelonggaran moneter yang dimaksud oleh BOJ tersebut antara lain, mempertahankan suku bunga acuannya pada level -0,1% yang berlaku atas kelebihan cadangan lembaga keuangan yang terparkir di bank sentral.

Selain itu, BOJ juga mulai meninggalkan wacana penetapan base money dan beralih untuk mengendalikan yield curve control. Kebijakan itu memberi ruang BOJ dalam membeli obligasi pemerintah jangka panjang dan menjaga imbal hasil obligasi bertenor 10-tahun pada level 0%.

BOJ juga mengaku akan terus memperluas basis moneter melalui pembelian obligasi jangka panjang, dengan jumlah peningkatan sebesar 80 triliun yen (US$ 781miliar)per tahun. Bank Sentral akan terus melakukan pelonggaran kuantitatif demi mengejar target inflasi 2%.

Secara umum, kebijakan tersebut dikenal sebagai pelonggaran moneter kuantitatif dan kualitatif dengan cara mengontrol kurva yield. Jepang dalam hal ini menirukan kebijakan Bank Sentral AS (The Fed pada 1940-an, di mana bank sentral menargetkan imbal hasil obligasi 10-tahun, pada tingkat sekitar 0%.

Sumber : Bloomberg

Tag : boj
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top