Ini Alasan Modal Ventura Untuk Nelayan Masih Minim

Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) I OJK Edy Setiadi mengatakan pembiayaan modal ventura dapat dimanfaatkan nelayan untuk membantu kebutuhan pendanaan.
Asteria Desi Kartika Sari | 18 April 2017 08:19 WIB
Nelayan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA— Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) I OJK Edy Setiadi mengatakan pembiayaan modal ventura dapat dimanfaatkan nelayan  untuk membantu kebutuhan pendanaan.

Kendati demikian, Edy mengaku bahwa porsi penyertaan modal ventura masih minin, khususnya di daerah yang potensinya bertumpu pada nelayan.

“Porsinya masih kecil karena keterbatasan pendanaan modal ventura dan assesment risiko pada nelayan,” kata Edy saat dihubungi Bisnis.com.

Menurut Edy, assesment risiko pada nelayan masih dianggap cukup tinggi, sedangkan perusahaan yang paham terkait permasalahan kelautan dan kemaritiman juga masih sedikit.

Oleh karena itu, untuk dapat ikut dalam penyertaan modal di bidang kelautan dan kemaritiman perlu pembentukan perusahaan off taker yang berani menanggung risiko di luar batas yang dimiliki manajemen.

Dia berharap hal tersebut dapat dilakukan melalui skema supply chain financing dapat membantu nelayan untuk memotong mata rantai distribusi yang terlalu rumit.

“Kami ingin masuk ke situ, nanti bentuknya semacam off taker atau istilahnya bulognya kalau dipertanian, atau konsep semacam intiplasma untuk sektor kelautan,” kata Edy.

Skema tersebut diharapkan dapat menjadi solusi, pasalnya yang mejadi permasalahan adalah kesulitan jaminan kepastian bagi para nelayan. Melalui skema supply chain financing, kata Edy, perusahaan pembiayaan dari sektor keuangan akan masuk.

Tag : finansial, pembiayaan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top