Riset Ekonomi Samuel Sekuritas: Manufaktur AS Turun, PDB China Naik

Berikut ini riset ekonomi dari Samuel Sekuritas yang menjadi perhatian pasar hari ini, Selasa (18/4).
Fajar Sidik | 18 April 2017 08:30 WIB
Kapal pengangkut kontainer di China. - .Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Berikut ini riset ekonomi dari Samuel Sekuritas yang menjadi perhatian pasar hari ini, Selasa (18/4).

Berita Global

· Empire Manufacturing AS turun ke 5,2 dari 16,4 di April 2017. (Bloomberg)

· Pertumbuhan PDB Tiongkok naik ke 6,9% YoY di kuarta I/2017 dari 6,8% YoY. (Bloomberg)

Berita Domestik

· Presiden Jokowi ingin Ibu Kota pindah ke luar Jawa. Salah satu lokasi yang dibidik berada di kawasan Palangka Raya, Kalteng. (Detik)

· Neraca Perdagangan Indonesia menipis surplusnya ke US$1,2 miliar dari US$1,3 miliar setelah ekspor tumbuh lebih cepat ke 24% YoY, sementara impor naik lebih kencang ke 18% YoY. (BPS)

· Penjualan mobil melambat ke 5,9% YoY di Maret 2017 dari 12% YoY. Penjualan motor turun lebih drastis ke -6,8% YoY dari -4,8% YoY. (Bloomberg)

· Per Maret 2017, pendapatan negara mencapai Rp295,1 triliun atau 16,9% dari target, tumbuh 19% YoY. Belanja negara mencapai Rp400 triliun atau 19,2% dari pagu, hanya tumbuh 2% YoY. Realisasi defisit anggaran tercatat sebesar Rp104,9 triliun atau 0,77% terhadap PDB (Antara)

· Utang Luar Negeri Indonesia pada Februari 2017 tercatat sebesar US$321,7 miliar atau tumbuh 2,7% YoY, melambat dibandingkan dengan pertumbuhan Januari 2017 sebesar 3,6% YoY. (Bisnis Indonesia)

· Status pembangunan manusia pada 2016 di Indonesia naik dari kategori sedang menjadi kategori tinggi seiring dengan adanya kenaikan indeks menjadi 70,18. (BPS)

· Pembangunan MRT Jakarta kini telah mencapai angka 69%. (Detik)

Tag : samuel sekuritas
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top