EKONOMI CHINA: Harga Perumahan Melesat di 62 Kota

Berdasarkan data Biro Statistik Nasional China, harga rumah baru termasuk perumahan yang disubsidi pemerintah meningkat di 62 dari 70 kota, dibandingkan dengan 56 kota pada bulan Februari.
Aprianto Cahyo Nugroho | 18 April 2017 11:25 WIB
Properti di China - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Harga perumahan di China naik di sebagian kota besar dengan laju paling tinggi sejak Oktober 2016.

Berdasarkan data Biro Statistik Nasional China, harga rumah baru termasuk perumahan yang disubsidi pemerintah meningkat di 62 kota dari 70 kota, dibandingkan dengan 56 kota pada Februari 2017.

Penjualan rumah baru berdasarkan nilai naik 18% menjadi 1 triliun yuan (US$145 miliar) pada Maret dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, harga rumah meningkat 0,4% di Beijing, setelah pemerintah kota menaikkan persyaratan uang muka bagi pembeli rumah kedua. Adapun di Guangzhou harganya naik 2,5%.

Harga rumah di Shanghai turun 0,1% bulan lalu menyusul kenaikan 0,2% pada Februari. Sementara di Shenzhen harga rumah turun 0,3%, melanjutkan penurunan selama 6 bulan berturut-turut.

Seperti dilansir Reuters, pihak berwenang China sebelumnya berjanji akan menegakkan pembatasan di sebagian besar kota lapis pertama dan kedua untuk mencegah gelembung harga perumahan sembari mencari cara untuk mengurangi jumlah rumah yang tidak terjual di kota-kota yang lebih kecil.

Dalam sebulan sedikitnya 64 kota mengumumkan aturan pembatasan pembalian properti, pembeli berbondong-bondong mencari properti menyusul ketakutan terhadap larangan pembelian properti di masa mendatang.

“Pembatasan pembelian dapat menyebabkan beberapa panic buying,” kata Yan Yuejin, analis Cina Real Estate Information Corp, seperti dikutip Reuters.

“Semakin banyaknya pembatasan saat ini yang membuat pembeli tidak memenuhi syarat, orang akan lebih aktif untuk membeli perumahan untuk antisipasi jika sewaktu-waktu mereka dilarang membeli suatu hari nanti,” lanjutnya.

Pembatasan properti bulan lalu kiga menyebar dari kota-kota besar ke daerah yang lebih kecil. Di antara kota-kota besar, pemerintah kota Guangzhou pada 30 Maret menerbitkan peraturan yang melarang penjualan rumah baru untuk dijual kembali jika belum mencapai usia dua tahun untuk mengendalikan pembelian spekulatif.

Di antara kota-kota kecil, pemerintah kota Lianjiang mengeluarkan peraturan yang melarang orang-orang yang belum membayar pajak daerah selama satu tahun untuk membeli properti.

Tag : ekonomi china
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top