Realisasi Investasi: Indonesia Tunggu Janji Saudi

Arab Saudi diminta merealisasikan komitmennya untuk menanamkan investasi di Indonesia.
Newswire | 18 April 2017 19:24 WIB
Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud (kedua kiri) menaiki pesawat di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Minggu (12/3). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Arab Saudi diminta merealisasikan komitmennya untuk menanamkan investasi di Indonesia.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengartikan maksud kekecewaan Presiden Joko Widodo terkait investasi Arab Saudi adalah karena investasi Arab Saudi yang ditanamkan di China jauh lebih besar ketimbang di Indonesia.

Deputi Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis di Jakarta, Selasa (18/4/2017), mengatakan, pernyataan Presiden Jokowi dapat diartikan agar pemerintah dapat mendorong Arab Saudi merealisasikan komitmen investasi mereka di Indonesia.

"Maksudnya itu tolong yang telah ada komitmen itu agar direalisir. Itu maksud sebetulnya, jangan sampai yang sudah ada komitmen, berapa pun itu, tidak terealisir," katanya.

Azhar menuturkan investasi dari Arab Saudi masih terbilang kecil lantaran sektor yang digarap mereka juga masih minim.

Oleh karena itu, pernyataan Presiden Jokowi bisa diartikan bahwa negara yang dipimpin Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud itu harus bisa didorong agar berinvestasi ke sektor riil.

Menurut dia, segenap kementerian/lembaga di Tanah Air harus bahu membahu bekerja keras guna mendorong agar Arab Saudi mau meningkatkan investasinya di Indonesia.

"Kalau menurut saya jangan dilihat kita harus sama dengan China. Tidak usah. Fokusnya yang telah ada ini bagaimana bisa terealisir," katanya.

Sebelumnya, saat mengunjungi Pondok Buntet Pesantren pada Kamis (13/4) untuk menghadiri Haul Al-Marhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren 2017, Presiden Jokowi menceritakan beberapa hal yang dibahas dengan Raja Salman.

Saudi sepakat menanamkan modal sebesar Rp89 triliun di Indonesia. Namun, Presiden mengaku sedikit kecewa karena ternyata jumlah itu jauh lebih kecil dibandingkan jumlah investasi Saudi yang dibenamkan di China yang mencapai Rp870 triliun.

"Tetapi apa pun, memang investasi di Tiongkok lebih besar. Itu harus menjadi introspeksi kita, koreksi kita, mengapa kita tidak bisa meraih dengan jumlah yang lebih besar," kata Jokowi.

Berdasarkan data BKPM, sepanjang 2016 realisasi investasi Arab Saudi hanya 900 ribu dolar AS atau sekitar Rp11,9 miliar yang menempatkannya di posisi 57 dalam daftar negara yang menanamkan modal di Indonesia.

Sedangkan pada periode 2010-2015, nilai investasi Arab Saudi tercatat hanya mencapai 34 juta dolar AS atau 0,02 persen dari total investasi asing yang masuk ke Indonesia dalam kurun waktu tersebut.

Sumber : Antara

Tag : jokowi, investasi, arab saudi
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top