Proyeksi Negara Asean-5: PDB Indonesia Tertinggi Ketiga

Indonesia yang tergabung dalam kelompok Asean-5 versi Dana Moneter Internasional (IMF), diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan ekonomi tertingi ketiga di bawah Filipina dan Vietnam.
Yustinus Andri DP | 19 April 2017 12:08 WIB
Deretan gedung perkantoran dan apartemen terlihat di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (6/4). - Antara/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA—Indonesia yang tergabung dalam kelompok Asean-5 versi Dana Moneter Internasional (IMF), diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan ekonomi tertingi ketiga di bawah Filipina dan Vietnam.

Seperti diketahui, dalam laporan World Economic Outlook (WEO) April 2017, IMF memprediksi kelompok negara Asean 5 yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam akan mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang kuat selama 2017-2018.

Indonesia sendiri diprediksikan akan mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1% pada tahun ini dan 5,3% pada 2018. Level tersebut berada di bawah Filipina yang diproyeksikan tumbuh 6,8% dan Vietnam dengan 6,5% pada 2017.

Sementara itu, pada periode yang sama di bawah Indonesia terdapat Malaysia dengan 4,5% dan Thailand 3,0%.

“Kelompok negara ini mendapatkan dorongan secara jangka pendek dari permintaan domestiknya yang kuat. Khusus untuk Filipina, belanja publik yang lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya, mampu membuat PDB negara ini melejit,” tulis IMF dalam laporan tersebut, Rabu (19/4/2017).

Sama seperti negara berkembang dunia lainnya, beberapa negara di Asean-5 ini juga mendapatkan sentimen positif dari mulai pulihnya harga komoditas dunia. Indonesia dan Malaysia menjadi yang paling terpengaruh.

Di sisi lain, bagi Thailand, tahun ini akan menjadi periode di mana sentimen negatif tahun lalu akan berlanjut pada tahun ini. IMF mencatatkan, penurunan pada sektor pariwisata dan konsumsi sepanjang tahun lalu, telah melukai pertumbuhan ekonomi Negara gajah Putih tersebut pada 2016.

Sementara itu, di Asia Barat, India diprediksi akan mencatatkan pertumbuhah ekonomi 7,2% pada 2017. Level tersebut dikoreksi dari proyeksi Oktober 2016 yang memprediksikan bahwa pada tahun ini India akan tumbuh 7,6%.

Koreksi itu merupakan dampak dari keputusan Perdana Menteri India Narendara Modi yang menarik sejumlah mata uang nasionalnya yang berdenominasi besar. Akibatnya Negeri Bollywood mengalami krisis sementara akibat kekurangan uang tunai di pasar.

Tag : ekonomi global, Pertumbuhan Ekonomi
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top