OBJEK CUKAI BARU: DPR Dukung Langkah Bea dan Cukai

DPR mendorong Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk mencari objek cukai baru sebagai strategi menggenjot penerimaan negara dari sektor tersebut. \n\n\nAnggota Komisi XI Mukhamad Misbakhun mengatakan, sumber utama penerimaan cukai yang hanya dari dua sumber, yaitu minuman alkohol dan hasil tembakau cukup berisiko.
Edi Suwiknyo | 19 April 2017 14:18 WIB
M. Misbakhun. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - DPR mendorong Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai untuk mencari objek cukai baru sebagai strategi menggenjot penerimaan negara dari sektor tersebut.


Anggota Komisi XI Mukhamad Misbakhun mengatakan, sumber utama penerimaan cukai yang hanya dari dua sumber, yaitu minuman alkohol dan hasil tembakau cukup berisiko.

"Dukungan saya ke pemerintah agar obyek cukai ditambah melalui ekstensifikasi cukai. Sebab, kita ini terlalu beresiko kalau hanya memiliki dua obyek cukai, yaitu minuman beralkohol dan hasil tembakau," kata Misbakhun, Rabu (19/4/2017).


Data penerimaan kuartal I 2017 penerimaan cukai terbesar masih berasal dari cukai hasil tembakau (CHT) Rp5,9 triliun, tetapi baru mencapai 3,9 persen dari target Rp149,9 triliun.

Disusul cukai minuman mengandung etil alkohol sebesar Rp982,7 miliar atau 17,8 persen dari target Rp5,5 triliun dan cukai etil alkohol Rp34,54 miliar atau 23 persen dari target Rp150 miliar. Sedangkan, pendapatan cukai lainnya baru mencapai Rp12,26 miliar atau 0,8 persen dari target Rp1,6 triliun.


Misbakhun mengusulkan agar pemerintah memperluas obyek cukai baru melalui ekstensifikasi cukai demi mendongkrak penerimaan negara dari sektor cukai. Misalnya, kantong plastik, minuman berpemanis mengandung gula, bahan bakar minyak (fuel surchage), dan obyek cukai baru lain.



"Kita tambah obyek cukai baru dua, tiga, bahkan sepuluh. Bahkan, menggalang dukungan dengan teman-teman DPR demi merealisasikan ekstensifikasi cukai sehingga mampu menambah penerimaan negara," jelasnya.

Tag : cukai tembakau, cukai rokok
Editor : Lutfi Zaenudin

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top