Bunga Kredit Diusulkan 8,25%, LRT Dinilai Kian Prospektif

Ekonom PT Bank Permata Tbk. Josua Pardede menilai usulan suku bunga sebesar 8% - 8,25% membuat pembiayaan LRT Jabodetabek sepatutnya menjadi lebih menarik bagi perbankan.
Ropesta Sitorus | 19 April 2017 17:18 WIB
Pekerja mengerjakan pembangunan stasiun light rail transit (LRT) atau kereta api ringan di salah satu zona pembangunan di Palembang, Sumsel, Senin (17/4). - Antara/Feny Selly

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonom PT Bank Permata Tbk. Josua Pardede menilai usulan suku bunga sebesar 8% - 8,25% membuat pembiayaan LRT Jabodetabek sepatutnya menjadi lebih menarik bagi perbankan.

Dia mahfum, perbankan pada umumnya lebih tertarik terhadap proyek jalan tol dibandingkan LRT dari sisi bisnis. Namun menurutnya, proyek tersebut dari sisi keekonomian masih menarik ditambah lagi karena adanya dukungan yang tinggi dari pemerintah.

"Dengan usulan dinaikkan bunganya dari 7% menjadi 8,25%, sebenarnya proyek ini cukup menarik bagi bank-bank BUMN yang memang punya likuiditas cukup besar," kata Josua kepada Bisnis, Selasa (18/4/2017) malam.

Di sisi lain, sindikasi pembiayaan proyek infrastruktur menjadi jalan untuk mengoptimalkan penempatan likuiditas bagi bank yang masih memiliki LDR di bawah 90%.

Sebagai infomasi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan pemerintah berencana mengajukan usulan baru besaran bunga kredit perbankan untuk pembiayaan LRT Jabodetabek.

Bunga kredit yang semula diusulkan sebesar 7% rencananya bakal ditingkatkan menjadi kisaran 8% sampai 8,25% demi memberikan kesempatan bagi bank pelat merah yang terlibat untuk mendapatkan potensi margin.

Tag : perbankan, LRT
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top