Bakal Disuntik Rp350 Miliar, Bank Mantap Bisa Lebih Kencang

Bank Mandiri Taspen Pos direncanakan mendapatkan tambahan modal senilai Rp350 miliar dari dua induk usahanya untuk memperkuat ekspansi usaha.
Feri Kristianto | 19 April 2017 17:28 WIB
Bank Mantap - Bisnis.com/Kristianto

Bisnis.com, DENPASAR--Bank Mandiri Taspen Pos direncanakan mendapatkan tambahan modal senilai Rp350 miliar dari dua induk usahanya untuk memperkuat ekspansi usaha.

Dirut Bank Mandiri Taspen Pos (Mantap) Josephus K Triprakoso mengatakan suntikan dana tersebut diperkirakan akan lebih cepat dari rencana awal pada triwulan III tahun ini.

"Sebenarnya rencana awal pada triwulan III tapi salah satu usulannya dipercepat jadi mungkin sebelum itu," tuturnya, Jumat (19/4/2017).

Dia memastikan tambahan modal ini tidak akan mengubah komposisi kepemilikan Bank Mandiri 59% dan Taspen 40%, selaku pemegang saham utama. Baik Mandiri maupun Taspen hingga kini belum diketahui dari sekitar Rp350 miliar tersebut masing-masing akan menyetorkan berapa. Total modal Bank Mantap pada akhir 2016 tercatat mencapai Rp1,2 triliun.

Josephus menegaskan tambahan modal ini akan memperkuat struktur permodalan Bank Mantap dan mendukung ekspansi jaringan 60 kantor cabang pada tahun ini. Modal itu juga akan membantu syarat kecukupan alokasi modal inti (AMI) bagi bank yang akan membuka kantor cabang di daerah.

"Karena buka cabang maka otomatis harus perkuat struktur modal, jadi ini murni untuk membantu ekspansi," jelasnya.

Dia mengatakan ekspansi berupa pembukaan jaringan kantor cabang dilakukan untuk memperkuat ekspansi kredit. Menurutnya, kunci menumbuhkan penyaluran dana ke pensiunan salah satunya dengan menambah jaringan dan SDM.

Sekarang komposisi hampir nasabah pensiunan di bank yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali ini sudah mencapai 60% dari total nasabah, sedangkan tahun lalu hanya 40%. Diyakini dengan ekspansi keluar daerah, maka dapat menopang penyaluran kredit di luar Bali yang saat ini komposisinya sudah lebih dari 50%.

Dia mengatakan kantor-kantor di luar Bali kedepannya akan menjadi mesin utama pertumbuhan bisnis Bank Mantap. Direktur Mantap Nurkholis Wahyudi menyatakan tambahan modal itu akan dapat mendukung upaya masif pembukaan kantor di kantong-kantong pensiunan.

Sepanjang tahun lalu, Bank Mantap sudah berhasil membuka jaringan di kota seperti Kebumen dan Purworejo di Jawa Tengah yang memiliki pensiunan cukup banyak. Pendekatan ke kantong pensiunan akan lebih memudahkan memberikan layanan bagi pensiunan sehingga mereka bisa menikmati layanan Bank Mantap.

Tidak hanya di daerah Jawa, ekspansi juga akan dilakukan ke daerah seperti Kalimantan, bahkan Papua dengan menggandeng jaringan Taspen.‎ Dengan memanfaatkan jaringan Taspen akan memberikan nilai tambah bagi pensiunan untuk menikmati layanan Taspen.

Nurkholis memastikan ekspansi jaringan tersebut akan diikuti dengan inovasi layanan bagi pensiunan mendapatkan kepastian kredit.Layanan ini akan terus didorong sesuai dengan motto Bank Mantap untuk memberikan layanan terbaik bagi pensiunan.

‎"Ekspansi ini akan lebih agresif mendekati kantong-kantong pensiunan yang berpotensi memperbesar penyaluran kredit. Kami juga masuk masa dimana pensiunan mempersiapkan diri," tuturnya.

Selain berencana membuka jaringan lebih banyak, Bank Mantap juga mulai menggagas konsep memanfaatkan jaringan induk, yakni Bank Mandiri. Konsepnya, Graha Mandiri dimana petugas Bank Mantap beroperasi di dalam kantor Bank Mandiri.

Menurutnya, konsep ini akan dikembangkan masif secara nasional sehingga tidak hanya membuka cabang baru. Dia mengatakan‎ rencana ini dalam tahap kajian, karena konter di dalam bank harus mempertimbangkan aspek legalitas dan aturan.

Namun, ditegaskan bahwa baik Bank Mandiri maupun Bank Mantap sudah sepakat dengan konsep pengembangan ini, karena dinilai lebih efektif serta efisien menekan biaya operasional. Untuk merealisasikan hal tersebut, pihaknya juga tengah mendiskusikan rencana ini dengan regulator agar tidak menyalahi aturan.

"Ini masih proses kedua belah pihak mendukung dan Taspen support. Ini solusi BOPO dan penetrasi pasar luas tetapi tidak terlalu mahal," paparnya.

Tag : Bank Mantap
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top