EKSPANSI LUAR NEGERI, BNI Incar Pasar Wholesale dan Retail Banking di Australia

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. tengah dalam proses pembukaan cabang di kawasan Australia. Perseroan mengincar pasar wholesale sampai retail banking di Negeri Kangguru tersebut.
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 21 April 2017  |  20:50 WIB
EKSPANSI LUAR NEGERI, BNI Incar Pasar Wholesale dan Retail Banking di Australia
Layanan nasabah di Bank BNI. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. tengah dalam proses pembukaan cabang di kawasan Australia. Perseroan mengincar pasar wholesale sampai retail banking di Negeri Kangguru tersebut.

Otoritas Jasa Keuangan dan pemerintah negara bagian Victoria, Australia tengah membahas rencana pembukaan kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. di Negeri Kangguru tersebut.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad mengatakan, dengan Bank Negara Indonesia (BNI) membuka kantor cabang di Melbourne, Australia bisa memanfaatkan potensi keuangan di kawasan tersebut, terutama untuk memenuhi kebutuhan bisnis warga negara Indonesia (WNI) di sana.

“Kami telah menyampaikan kepada pemerintah negara bagian Victoria dan juga otoritas perbankan Australia terkait rencana pembukaan cabang BNI di sana, sekarang tinggal mengurus prosesnya,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Jumat (21/4).

Dia menuturkan, hubungan ekonomi antara Indonesia dengan Australia terus berjalan baik dan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan.

Adapun, Direktur Treasury dan Internasional BNI Panji Irawan mengatakan, perseroan akan mulai menyiapkan proses pengajuan izin kepada otoritas perbankan di Australia. Perseroan berharap bisa mendapatkan izin untuk membuka kantor cabang untuk wholesale banking dan retail banking.

“Untuk waktu, tergantung proses perizinan karena harus memiliki izin dari OJK dan otoritas Austraia,” ujarnya.

Dia menyebutkan, perseroan pun sudah melakukan studi kelayakan pendirian cabang di Melbourne. Simpulannya, selain melayani wholesale, ada juga potensi untuk mengeluarkan produk dan jasa retail banking agar bisa menyerap kebutuhan pebisnis dan pelajar Indonesia di Negeri Kangguru tersebut.

Sampai saat ini, bank dengan kode emiten BBNI itu sudah memiliki enam cabang di luar negeri yang antara lain, Singapura, Hong Kong, Tokyo, London, New York, dan Seoul.

Dari sisi kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan Australia, sampai 2015, Negeri Zamrud Khatulistiwa itu berada pada posisi ke-10 tujuan ekspor Negeri Kangguru, sedangkan bagi Indonesia, Australia berada pada posisi ke-12 untuk tujuan impor.

Nilai investasi Australia di Indonesia pun diperkirakan sekitar 8,4 miliar dolar Australia, sedangkan nilai investasi Indonesia di Australia senilai 1,4 miliar dolar Australia.

Di sektor wisata, Australia masih menjadi negara terbesar yang berkontribusi dalam kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia yaitu sebesar 16,51 persen.

Lalu, berdasarkan data Kementerian Pendidikan Australia pada 2015, jumlah pelajar Indonesia di Australia mencapai 19.300 orang.

Sementara itu, hasil nota kesepahaman antara OJK dengan pemerintah negara bagian Victoria mencakupi capacity building dan technical assistance pengembangan rural finance dan teknologi finansial (Tekfin) di Victoria dan Indonesia.

Selain itu, bekerja sama dengan lembaga lain dalam wilayah yurisdiksi pihak lain, seperti universitas. Lalu, memfasilitasi proses pendirian lembaga keuangan di kedua yurisdiksi dan mengembangkan fungsi komunikasi bisnis serta relasi media. Terakhir, kerja sama terkait pertukaran informasi keuangan

Dalam kunjungan ke Melbourne, OJK juga akan melakukan kesepakatan kerjasama dengan Australian Securities and Investments Commision (ASIC) mengenai pertukaran informasi di bidang inovasi layanan sektor jasa keuangan termasuk perkembangan financial technology.

Khusus pengembangan fintech, Muliaman juga melakukan pertemuan dengan Swinburne University of Technology dan Australian Centre for Financial Studies (ACFS), yang selama ini menjadi pusat kajian fintech di Australia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank, bni

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top