LELANG SUN: Permintaan Masih Kuat

Lelang Surat Utang Negara atau SUN diprediksi tetap diwarnai dengan permintaan yang kuat terutama untuk surat utang berjangka waktu pendek. Sementara itu, SUN dengan jangka waktu panjang akan tergantung pada permintaan dari investor domestik seperti dana pensiun atau perusahaan asuransi. Dian Ayu Yustina, Ekonom Treasury & Capital Market PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) menjelaskan pasar surat utang dalam 2 pekan terakhir relatif stabil.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 25 April 2017  |  11:58 WIB
LELANG SUN: Permintaan Masih Kuat
ilustrasi - Surat Utang Negara

Bisnis.com, JAKARTA –Lelang Surat Utang Negara atau SUN diprediksi tetap diwarnai dengan permintaan yang kuat terutama untuk surat utang berjangka waktu pendek. Sementara itu, SUN dengan jangka waktu panjang akan tergantung pada permintaan dari investor domestik seperti dana pensiun atau perusahaan asuransi. 

Dian Ayu Yustina, Ekonom Treasury & Capital Market PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) menjelaskan pasar surat utang dalam 2 pekan terakhir relatif stabil.

"Acuan imbal hasil untuk surat utang berjangka 10 tahun naik tipis dari 7,05%[11 April] menjadi 7,08% [21 April]," ungkapnya dalam tinjauannya, Selasa (25/4).

Pemerintah akan melakukan lelang SUN tenor 3 bulan, 9 bulan, 5 tahun, 10 tahun, 19 tahun dan 27 tahun hari ini, Selasa (25/4), dengan target indikatif Rp15 triliun-Rp22,5 triliun. 

Sejauh ini, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Rp290,5 triliun surat utang termasuk sukuk global. Total surat utang tersebut baru mencapai 42,4% dari target kotor pemerintah tahun ini yang dipatok sekitar Rp684,8 triliun. 

Sebelumnya pemerintah menargetkan 64,4% atau Rp441 triliun dari target surat utang pada semester pertama, di mana 46,9% atau Rp321,17 dikeluarkan dalam bentuk rupiah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sun, surat utang negara, bank danamon

Editor : Lutfi Zaenudin

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup