Trump Mulai Perjelas Kebijakan Pajak

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjanji akan meminta pejabatnya untuk merealisasikan pemangkasan pajak perseorangan dan menurunkan tarif pajak korporasi sebesar 15%.
Yustinus Andri DP | 25 April 2017 14:11 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. - Reuters/Kevin Lamarque

Bisnis.com, WASHINGTON— Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjanji akan meminta pejabatnya untuk merealisasikan pemangkasan pajak perseorangan dan menurunkan tarif pajak korporasi sebesar 15%.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu pejabat Gedung Putih yang enggan disebutkan namanya. Menurutnya hal itu dilakukan Trump demi merealisasikan janjinya selama kampanye.  Trump sendiri berjanji akan mengumumkan garis besar gambaran kebijakan pajaknya tersebut  pada Rabu (26/4/2017). Sementara itu, rencana tersebut telah diungkapkannya sejak pekan lalu.

“Namun, detil-detil mengenai kebijakan reformasi pajak mungkin tidak akan diumumkan. Pasalnya, proses peresmian reformasi pajak tersebut masih harus melalui persetujuan dari Kongres AS,” ujar pejabat tersebut, seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (25/4/2017).

Adapun proses perumusan undang-undang pajak yang baru ini akan melibatkan sejumlah pihak. Mereka a.l. penasihat ekonomi Trump Gary Cohn, Menteri Keuangan Steven Mnuchin, Ketua DPR AS Paul Ryan, Ketua Senat AS Mitch McConnel, Ketua Komite Reformasi Pajak Kevin Brady dan Ketua Komite Keuangan Senat AS Orrin Hatch.

Akan tetapi keraguan mengenai mulusnya proses reformasi pajak itu muncul dari sejumlah kalangan yang terlibat. Hal itu tampak dari perbedaan pendapat antara Trump dan Paul Ryan. Meski sama-sama menyetujui reformasi pajak, namun keduanya berbeda pendapat terkait besaran pajak yang dikenakan kepada wajib pajak.

Untuk pajak korporasi, Trump meminta agar tarif pajak yang dikenakan sebesar 15%, sementara Ryan menginginkan 20%. Ryan menyebutkan, tarif 20% akan lebih aman untuk menjaga pendapatan nasional. Selain itu besaran tarif yang diusulkan oleh Ryan tersebut merupakan nilai wajar yang berpeluang diterima oleh kubu Partai Demokrat.

“Saya tidak yakin rencana dan tarif pajak yang dikehendaki oleh Trump akan lolos begitu saja di Kongres AS. Trump tidak akan bisa menyeimbangkan anggaran nasional dengan besaran tarif pajak itu,” kata Orrin Hatch, Selasa (25/4/2017).

Terpisah, Menteri Keuangan  AS Steven Mnuchin  memberi isyarat bahwa pemerintah lebih mementingkan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja daripada dampaknya terhadap pendapatan pemerintah. Hal itu merujuk pada ketakutan sejumlah kalangan, bahwa pemangkasan tarif pajak akan berdampak pada penerimaan negara selama beberapa tahun ke depan.

Mnuchin menyebutkan, bahwa pemangkasan pajak ala Trump akan membuat pertumbuhan ekonomi mencapai target yang diidamkan yakni 3% pertahun selama beberapa tahun ke depan. Di sisi lain, tarif pajak korporasi yang murah di AS, akan membuat perusahaan-perusahaan yang selama ini menyimpan dananya di luar negeri akhirnya melakukan repatriasi dana.

“Triliunan dolar AS akan masuk berkat reformasi pajak. Selain itu dengan sendirinya pertumbuhan ekonomi akan terakselerasi dan akan membuat pendapatan nasional akan terkerek,” kata Mnuchin.

Di sisi lain, pejabat Gedung Putih tersebut menyebutkan kebijakan pajak ekspor-impor AS tidak akan disertakan dalam pengumuman Trump pada Rabu.

Sumber : Bloomberg

Tag : ekonomi as, Donald Trump
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top