AS Masuk Daftar Lima Besar Investor di Indonesia

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat Amerika Serikat masuk daftar lima besar investor yang menanamkan modal ke Indonesia sepanjang triwulan pertama 2017.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 26 April 2017  |  21:44 WIB
AS Masuk Daftar Lima Besar Investor di Indonesia
Menteri Perdagangan, Pariwisata dan Investasi Australia Steven Ciobo (dari kiri), Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM) Thomas Lembong dan Pakar Sektor Finansial dari Lowey Institute Stephen Grenvile di sela-sela acara Pekan Bisnis Australia Indonesia (IABW) di Jakarta, Selasa (7/3). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -  Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat Amerika Serikat masuk daftar lima besar investor yang menanamkan modal ke Indonesia sepanjang triwulan pertama 2017.

Realisasi investasi negeri Paman Sam menempati posisi ke empat dengan capaian US$587,4 juta  pada periode Januari-Maret 2017.

"Investasi dari AS cukup besar. Saya menganggap AS itu selalu menjadi minimal 'top 7'," kata Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong dalam paparan di Jakarta, Rabu.

Tom, sapaan Thomas, menekankan pentingnya menjaga hubungan ekonomi dengan AS. Hal itu, juga tersirat dalam kunjungan Wakil Presiden AS Michael Pence pekan lalu ke Indonesia.

Ia menilai hubungan ekonomi antara Indonesia dan AS penting, terutama dari sisi investasi. Pasalnya investasi dari negeri adi daya itu tidak hanya punya kuantitas besar, tetapi kualitasnya juga tinggi.

"Teknologinya juga cenderung tinggi, merek-merek canggih dan jaringan internasional, itu penting buat kita," katanya.

Selain Amerika Serikat, Tom juga menekankan pentingnya investasi China, yang sepanjang triwulan pertama 2017 mencapai US$599,6. Capaian tersebut menempatkan China di posisi ke tiga, setelah Singapura (US$2,1 miliar) dan Jepang (US$1,4 miliar).

Mantan Menteri Perdagangan itu menuturkan pertumbuhan investasi China dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia paling tinggi.

"China ini sudah menjadi ekonomi terbesar nomor dua dunia dan nomor satu di Asia. Jadi sangat wajar kalau dia akan menjadi investor nomor satu di Indonesia," katanya.

Tom bahkan menilai investasi China di Indonesia masih kurang jika dibandingkan dengan investasi negeri tirai bambu di negara-negara tetangga.

"Kita masih ketinggalan dibandingkan negara tetangga. Tapi menurut saya trennya jelas, investasi China akan meningkat terus," katanya.

Berdasarkan data BKPM, realisasi investasi pada triwulan pertama 2017 mencapai Rp165,8 triliun atau 24,4%  dari target yang ditetapkan sebesar Rp678,8 triliun.

Capaian tersebut meningkat 13,2%  dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp146,5 triliun dan menyerap 194.000 tenaga kerja.

Realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp68,8 triliun, naik 36,4%  dari Rp50,4 trilliun pada periode yang sama tahun lalu. Adapun penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp97 triliun, naik 0,94%  dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp96,1 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bkpm

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top