Permintaan Kredit Mulai Bergairah, BTN Harapkan Margin Bunga Tumbuh

Perolehan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang sempat terkoreksi pada kuartal awal tahun ini diharapkan dapat kembali normal pada kuartal II hingga akhir tahun.
Ropesta Sitorus | 26 April 2017 16:04 WIB
Aktivitas layanan di bank BTN. - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Perolehan margin bunga bersih  (net interest margin/NIM) yang sempat terkoreksi pada kuartal awal tahun ini diharapkan dapat kembali normal pada kuartal II hingga akhir tahun.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Maryono mengatakan NIM berpotensi meningkat secara perlahan seiring dengan mulai bergairahnya permintaan kredit. Sampai akhir tahun, margin bunga bersih ditargetkan dapat dijaga di level 4,5% - 5%.

“NIM kami sempat agak turun, tetapi itu bersifat sementara dan triwulan berikutnya akan kembali ke semula, karena yang sebelumnya diberikan bunga promo akan kembali ke tingkat semula,” katanya, belum lama ini.

Maryono menjelaskan sepanjang kuartal I/2017, NIM BTN juga tercatat turun menjadi 4,32% dari 4,59% secara year on year. Penurunan tersebut lantaran manajemen berusaha menurunkan suku bunga kredit, terutama kredit pemilikan rumah, guna mendongkrak jumlah volume kredit properti yang umumnya cenderung lesu selama awal tahun.

“Kami turunkan suku bunga supaya calon-calon debitur tidak merasa ada beban angsuran yang terlalu tinggi. Itu sebabnya NIM kami mengalami penurunan,” katanya.

Emiten bersandi BBTN tersebut berusaha menjaga pertumbuhan kredit agar tetap sustain lewat kerja sama dengan pengembang untuk memberikan suku bunga promo sebesar 3,6% selama tahun pertama.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pada  Februari 2017, laba bersih perbankan secara industri memang tumbuh 12,23% menjadi Rp20,14 triliun secara year on year. Akan tetapi, rasio NIM secara keseluruhan justru mengalami penurunan 19 basis poin, yakni dari 5,47% pada Februari 2016 menjadi 5,28% pada Februari tahun ini.

Tag : btn
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top