Jelang Lebaran, Permintaan Debitur Swasta Berpotensi Menggeliat

PT Bank Central Asia Tbk. melihat permintaan kredit dari debitur swasta pada kuartal I/2017 masih lesu, tetapi dinilai lebih baik ketimbang dengan periode sama pada tahun lalu.
Surya Rianto | 26 April 2017 16:08 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk. melihat permintaan kredit dari debitur swasta pada kuartal I/2017 masih lesu, tetapi dinilai lebih baik ketimbang dengan periode sama pada tahun lalu.

Presiden Direktur Bank Central Asia Jahja Setiaatmadja mengatakan, psampai saat ini permintaan kredit dari debitur swasta masih belum terlalu banyak, tetapi pada kuartal II/2017, terutama menjelang Lebaran, permintaan kredit dari pihak swasta berpotensi meningkat signifikan.

“Walaupun begitu, kalau dilihat permintaan kredit pada kuartal pertama kemarin sudah tampak lebih baik ketimbang periode sama pada tahun lalu,” ujarnya kepada Bisnis pada Rabu (26/4).

Pada kuartal I/2017, bank dengan kode emiten BBCA itu mencatatkan penurunan kredit korporasi sebesar 1,5% menjadi Rp152,56 triliun dibandingkan dengan akhir tahun lalu.

Untuk segmen usaha kecil dan menengah (UKM) dan segmen komersial, perseroan juga mencatatkan penurunan sebesar 4,7% menjadi Rp144,67 triliun dibandingkan dengan akhir tahun lalu.

Di sisi lain, Direktur Keuangan PT Bank CIMB Niaga Tbk. Wan Razly Abdullah menyebutkan kondisi pasar sampai tiga bulan pertama tahun ini masih belum masih belum terlalu menggeliat atau soft.

“Kami pun berbeda dengan bank BUMN yang terus fokus penyaluran ke sektor infrastruktur, kalau kami lebih banyak kepada sektor private,” sebutnya.

Bank dengan kode emiten BNGA itu pun menargetkan pertumbuhan kredit berada di bawah industri yakni sekitar 8%. Wan Razly menuturkan, dana pihak ketiga (DPK) pun didorong juga tumbuh menyesuaikan pertumbuhan kredit. “Biar nanti enggak kinerja tidak terbebani beban bunga,” tuturnya.

Tag : bank, kredit
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top