UOB Klaim Tarik Investasi US$600 Juta dari Regional Asia ke Myanmar

United Overseas Bank (UOB) menyatakan jumlah investasi yang mengalir ke Myamar mencapai lebih dari US$600 juta sejak bank tersebut membuka cabangnya di Yangon pada Mei 2015.
Ropesta Sitorus | 26 April 2017 20:19 WIB
Bank UOB Indonesia. - Istimewa
Bisnis.com, JAKARTA – United Overseas Bank (UOB) menyatakan jumlah investasi yang mengalir ke Myamar mencapai lebih dari US$600 juta sejak bank tersebut membuka cabangnya di Yangon pada Mei 2015.

Ian Wong, Managing Director and Head of Group Strategy and International Management UOB, mengatakan para nasabah terus mencari potensi jangka panjang di Myanmar sebagai tujuan investasi.

Mayoritas investasi tersebut berasal dari berbagai perusahaan multinasional dan regional yang berasal dari China, Hong Kong, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

UOB telah memberikan pinjaman korporasi dan solusi keuangan lainnya seperti pendanaan proyek, cash management, dan supply chain yang diberikan kepada mitra usaha khususnya industri pabrik, perhotelan, dan perumahan.

 “Permintaan yang besar akan infrastruktur yang penting di Myanmar sangat menarik bagi para investor jangka panjang yang berminat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Myanmar. Selama lebih dari 24 bulan, UOB telah membantu ratusan perusahaan di kawasan Asia untuk melakukan investasi untuk mendukung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan di Myanmar,” katanya seperti dikutip dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis, Rabu (26/4/2017).

Salah satu perusahaan yang berkontribusi terhadap perkembangan industri konstruksi Myanmar adalah Nylect Engineering Group of Companies yang berasal dari Singapura. Perusahaan ini memberikan layanan mekanikal dan elektrikal untuk industri pembangunan dan terlibat dalam berbagai proyek konstruksi properti komersial di Myanmar.

Sim Hee Chew, Managing Director Nylect Engineering Group of Companies mengatakan berbagai kebutuhan infrastruktur Myanmar akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan perekonomian.

“Myanmar merupakan investasi jangka panjang bagi Nylect Engineering Group, dan UOB telah berperan penting dalam mendukung kami untuk memberikan solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kami di negara ini,” katanya.

Menurut UOB Asian Enterprise Survey 2016, satu dari lima perusahaan yang berasal dari Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand, China, dan Hong Kong mengatakan mereka berencana untuk melakukan ekspansi ke Myanmar dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

Untuk membantu para pelaku bisnis memahami ambisi regional mereka di Myanmar, pada 2014 UOB mendirikan Foreign Direct Investment (FDI) Advisory Unit untuk menghubungkan perusahaan-perusahaan ke para mitra bisnis, penyedia layanan profesional, dan agen-agen kunci investasi pemerintah. UOB merupakan bank asing pertama di Myanmar yang memberikan layanan tersebut.

Selain mendukung pertumbuhan ekonomi Myanmar, UOB juga berinvestasi dalam mengembangkan tenaga kerja lokal dengan menciptakan berbagai peluang karier di cabangnya di Yangon. Sekitar 85 persen dari karyawan UOB merupakan penduduk lokal yang telah menerima on-the-job training di sejumlah bidang.

Tag : perbankan
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top