Survei Goldman Sach Asset Management: Gejolak Politik Bayangi Industri Asuransi Global

Risiko dari gejolak politik menjadi kekhwatiran terbesar pada tahun ini bagi perusahaan asuransi di seluruh dunia.
Yustinus Andri DP | 27 April 2017 15:34 WIB
Ilustrasi asuransi - dreamstime.com

Bisnis.com, JAKARTA— Risiko dari gejolak politik menjadi kekhwatiran terbesar pada tahun ini bagi perusahaan asuransi di seluruh dunia.

Dalam survei yang dilakukan oleh Goldman Sach Asset Management (GSAM) terhadap 300 perusahaan asuransi yang mengelola 40% aset asuransi global yang mencapai US$1 triliun, kekhawatiran akan gejolak politik melebihi kekhawatian pada ancaman pelambatan ekonomi di China dan Amerika Serikat (AS).

“Risiko politik telah meningkat ke puncak kekhawatiran dari mayoritas perusahaan asuransi global,” kata Etienne Comon, Kepala Manajemen Aser GSAM untuk kawasan Eropa, Timur tengah dan Afrika, Kamis, (27/4/2017).

Dia menyebutkan, kekhawatiran itu didasarkan pada kondisi geopolitk sepanjang 2016, seperti peristiwa keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) dan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS.

Sementara itu, kekhawatiran tahun ini lebih banyak berasal dari Eropa. Pasalnya, beberapa negara di kawasan itu saat ini sedang melakukan pemilu, seperti Prancis, Jerman dan Italia. Agenda politik di ketiga negara itu dinilai rawan menimbulkan sentimen negatif dari sisi politik bagi perekonomian global.

“Kehawatiran tersebut berlaku secara global, dan kekhawatiran paling besar terjadi di perusahaan yang ada di Eropa,” lanjutnya.

Kecemasan akan terpilihnya calon presiden yang mengusung isu anti-globalisasi di Prancis, yang diusng oleh Marine Le Pen menurutnya masih cukup besar. Para pelaku di sektor asuransi masih trauma terhadap kemenangan mengejutkan dari Trump dan masayarakat pendukung Brexit, kendati calon dari arus utama di Prancis yakni Emmanul Macron muncul sebagai calon kuat pemenang.

Menurut analisa Comon, meningkatnya volatilitas di pasar obligasi pada tahun lalu, telah membuat para pelaku sektor asuransi terpaksa melarikan dananya instrumen safe haven di Eropa Utara.

Adapun pada tahun ini, perusahaan asuransi mengharapkan pengembalian terbesar berasal dari ekuitas swasta. Pasalnya, kelas aset ini memiliki taruhan dengan yield tertinggi dibadingkan yang lain.

Ekuitas yang berasal dari AS dan pasar berkembang juga diharapkan dapat menghasilkan tingkat pengembalian yang tinggi pada tahun ini. Namun, kekhawatiran atas tingginya biaya modal untuk berinvestasi di beberapa kelas aset berisiko, membuat potensi imbal hasil yang diterima tak terlalu tinggi.

Alhasil perusahaan asuransi global kemungkinan besar akan meningkatkan alokasi aset menuju pinjaman korporasi yang ditujukan kepada perusahaan kelas menengah, yang lalu diikuti oleh utang infrastruktur, dan kemudian ekuitas swasta.

Tag : asuransi
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top