KABAR PASAR 28 APRIL: Dominasi Sektor Ekonomi Belum Berubah, NPL Mulai Terkikis

Sejumlah berita menjadi sorotan media massa pada hari ini, Jumat (28/4) yang layak menjadi perhatian pasar, antara lain mengenai dominasi sektor perdagangan dalam struktur perekonomian RI serta turunnya rasio NPL.
Aprianto Cahyo Nugroho | 28 April 2017 08:54 WIB
Karyawan beraktivitas didekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah berita menjadi sorotan media massa pada hari ini, Jumat (28/4) yang layak menjadi perhatian pasar, antara lain mengenai dominasi sektor perdagangan dalam struktur perekonomian RI serta turunnya rasio NPL.

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

Sensus Ekonomi. Dominasi sektor perdagangan di dalam struktur perekonomian RI pada dua dekade terakhir ternyata belum bergeser. Selain itu, konsentrasi perusahaan di Pulau Jawa juga relatif tidak berubah. (Bisnis Indonesia)

Pengelolaan Perbankan. Risiko kredit perbankan pada kuartal I/2017 sudah mulai menunjukkan arah perbaikan. Rasio kredit bermasalah (non performing loan/ NPL) sampai dengan akhir tahun ini pun diperkirakan bisa ditekan hingga di bawah 3% seiring dengan pertumbuhan kredit yang bisa lebih menggeliat ketimbang tahun lalu. (Bisnis Indonesia)

Persaingan Kredit Mikro. Perlahan, bank-bank swasta pemain bisnis kredit mikro mulai tersisih karena kalah bersaing dengan bank pelat merah. Terlebih, bank milik negara seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Mandiri, mendapatkan amunisi tambahan lewat penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). (Kontan)

Risiko Global. Indonesia harus mewaspadai dan memperhatikan tantangan dan risiko global meski fondasi ekonomi domestic kuat. Pertumbuhan ekonomi global bisa lebih rendah daripada proyeksi jika konsolidasi ekonomi negara besar tidak seperti yang diharapkan. (Kompas)

Emiten Batu Bara. Rasio kredit bermasalah (non performing loan/ NPL) sampai dengan akhir tahun ini pun diperkirakan bisa ditekan hingga di bawah 3% seiring dengan pertumbuhan kredit yang bisa lebih menggeliat ketimbang tahun lalu.  (Bisnis Indonesia)

IPO Saham. Respons investor terhadap penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham tercatat sangat baik yang ditandai dengan demand yang membludak atau oversubscribed. (Bisnis Indonesia)

Tag : sentimen pasar
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top