Jum'at (28/04) Pasar Simak Berita Berikut Ini

Danareksa Sekuritas mengemukakan dalam perdagangan hari ini, Jum'at (28/04/2017), investor menyoroti sejumlah berita dari dalam dan luar negeri.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 28 April 2017  |  09:35 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Danareksa Sekuritas mengemukakan dalam perdagangan hari ini, Jum'at (28/04/2017), investor menyoroti sejumlah berita dari dalam dan luar negeri.

Tim Ekonom Danareksa Sekuritas dalam risetnya yang diterima hari ini, Jumat (28/04/2016) mengatakan berita yang disorot investor adalah:

Berita Global

Danareksa government bonds yield index turun 0.56bps dari 7.045% menjadi 7.040%

Bank terbesar India menjadi lebih berhati-hati pada investasinya di obligasi, setelah dikejutkan oleh pertemuan kebijakan terbaru Reserve Bank of India yang terbilang hawkish. Yield obligasi pemerintah 10-tahun India melonjak menjadi 6,95% pada hari Rabu, penutupan tertinggi sejak September. (Bloomberg)

FR0059 yield stabil by 0.00bps dari 7.012% menjadi 7.012% sementara itu yield RI250115 mengalami penurunan sebesar -0.3bps dari 3.685% menjadi 3.682%.

Harga brent menurun dari 51.11 menjadi 50.75 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot turun dari 49.62 menjadi 48.97 USD per barrel.

Berita domestik

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp11.77 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp16.20 triliun namun lebih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1832.80 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut meningkat dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1034.60 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.23% terhadap US Dollar, dari 13,284 menjadi 13,314 sedangkan IHSG menurun -0.34% dari 5,727 menjadi 5,707.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
reksadana

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top