Bapppenas: Dua Proyek Compact Terintegrasi Program Prioritas Nasional

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menyatakan dua proyek Compact yang dilaksanakan oleh Millennium Challenge Account Indonesia (MCA) Indonesia telah terintegrasi dalam program prioritas nasional.
Arys Aditya | 28 April 2017 19:32 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kiri) dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro - Antara/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA—Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menyatakan dua proyek Compact yang dilaksanakan oleh Millennium Challenge Account Indonesia (MCA) Indonesia telah terintegrasi dalam program prioritas nasional.

Bappenas menyebutkan kedua proyek yang tertuang dalam kemakmuran hijau (green prosperity) tersebut adalah energi baru terbarukan serta kesehatan dan gizi berbasis masyarakat untuk mengurangi kurang gizi (stunting).

Masuknya dua proyek tersebut menandakan keberhasilan MCA-Indonesia dan ke depan mudah-mudahan bisa menjadi lebih baik lagi,” ujar Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro melalui keterangan tertulis, Jumat (28/4/2017).

Millennium Challenge Account Indonesia (MCA-Indonesia) adalah lembaga wali amanat  yang dibentuk oleh pemerintah Indonesia sebagai pelaksana program Compact. Saat ini, Lukita Tuwo menjadi Ketua Majelis Wali Amanat MCA Indonesia.

Program Hibah Compact Indonesia sendiri bernilai US$600 juta dan mulai dilaksanakan sejak 2 April 2013. Program ini mencakup 3 proyek besar, yaitu Proyek Kemakmuran Hijau, Proyek Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat untuk Mengurangi Stunting serta Proyek Modernisasi Pengadaan.

Bambang mencontohkan, dalam 4 tahun terakhir sejumlah proyek telah berjalan, seperti Modernisasi Pengadaan yang telah memberikan sertifikat keterampilan pengadaan dan manajemen kepada 100 staf pemerintah pusat dan daerah. Dia menargetkan tahun depan akan ada 500 profesional pengadaan.

“Proyek Modernisasi Pengadaan bisa mentransformasi Unit Layanan Pengadaan menjadi center of excellence nasional maupun regional. Selain itu, hubungan dengan para pemangku kepentingan perlu diperkuat agar model-model pembangunan yang dihasilkan dapat diadopsi dan direplikasi,” tuturnya.

Bambang menyebutkan dampak Compact terhadap isu-isu strategis nasional bisa berlanjut untuk masa mendatang, seperti penanganan terpadu lahan gambut, pengembangan dan pengelolaan energi terbarukan berbasis masyarakat.

Berikutnya, pelibatan dunia usaha dalam penyediaaan layanan dasar sanitasi serta pengembangan kapasitas perangkat dan masyarakat desa dalam perencanaan dan penganggaran terkait upaya pencegahan stunting.

“Harapan akan keberhasilan program Compact Indonesia ini bukan hanya pada pencapaian yang sudah ada maupun yang akan dihasilkan pada 2018, tetapi juga pada nilai strategis dari pembelajaran dan hasil nyata yang dapat dilanjutkan,” ujar Bambang.

 

Tag : bappenas
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top