MENKEU: Asumsi Makroekonomi Tetap

Pemerintah tak akan mengubah asumsi pertumbuhan ekonomi tahun ini kendati ada potensi kenaikan Indonsia Crude Price atau ICP.Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah sampai sejauh ini masih berpatokan, petumbuhan ekonomi tahun ini masih berkisar di angka 5,1%.
Edi Suwiknyo | 09 Mei 2017 20:48 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berjalan menuju podium untukmemberikan kuliah umum berjudul APBN untuk Membangun Generasi Bangsa di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/3). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah tak akan mengubah asumsi pertumbuhan ekonomi tahun ini kendati ada potensi kenaikan Indonsia Crude Price atau ICP.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah sampai sejauh ini masih berpatokan, petumbuhan ekonomi tahun ini masih berkisar di angka 5,1%.

“Masih tidak akan kami ubah,” kata Sri Mulyani di Jakarta Selasa (9/5).

Kendati demikian, dia memperkirakan kinerja pertumbuhan ekonomi tahun ini bakal lebih baik. Pasalnya, jika merujuk pada pertumbuhan ekonomi pada kuartal 1/2017, profil pertumbuhan hampir merata.

“Kami lihat kuartal 1 cukup baik, tidak terlalu buruk amat. Nanti kami lihat dari sisi trennya kedepan. Presiden kan memang ingin akselerasi terutama belanja modal yang produktif, kami akan support belanja modal produktif,” jelasnya.

Hal itu ditunjukkan dengan realisasi belanja pemerintah menunjukkan kinerja positif. Selain itu, realisasi investasi dan aktivitas ekspor juga menunjukkan peningkatan. ‘Ekspor sudah kami lihat sejak Desember, yang negatif mulai netral bahkan mulai posiif,” ungkapnya.

Sedangkan untuk investasi, kata dia, data dari perbankan menunjukkan pertumbuhan kredit lebih tinggi dibanding tahun lalu,ekspektasinya bisa 10-12%. Hal serupa juga terjadi di pasar modal dengan minat IPO yang tinggi. Korporasi juga lebih percaya diri terhdap investasi.

“kepercayaan terhadap investasi sudah mulai pulih. Kam akani jaga momentum posutif ini antara konsumsi , investasi pemerintah dan luar negeri.” jelasnya.

Meski bergerak positif, dia tetap memandang pemerintah tak boleh lengah, pasalnya kondisi ekonomi dunia kendati sudah menunjukkan pemulihan, namun sejumlah kebijakan di negera-negara maju juga berpotensi menimbulkan risiko pada stabilitas ekonomi dunia.

Tag : apbn, Pertumbuhan Ekonomi, asumsi makro
Editor : Lutfi Zaenudin

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top