Premi Pendongkrak Utama Pertumbuhan Aset

Total aset industri asuransi jiwa sepanjang sepanjang triwulan pertama 2017 mengalami pertumbuhan sebesar 20,59% didorong dengan peningkatan pendapatan premi sebesar 27,6%.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 21 Mei 2017  |  19:31 WIB
Premi Pendongkrak Utama Pertumbuhan Aset
Karyawati melintas di depan logo perusahaan asuransi jiwa di Jakarta, Rabu (8/3). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Total aset industri asuransi jiwa sepanjang sepanjang triwulan pertama 2017 mengalami pertumbuhan sebesar 20,59% didorong dengan peningkatan pendapatan premi sebesar 27,6%.
 
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan total aset industri asurasi jiwa per Maret 2017 mencapai Rp419,5 triliun, atau meningkat sebesar 20,59% dari jumlah total aset sebesar Rp347,86 triliun pada periode yang sama 2016.
 
Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) I OJK Edy Setiadi mengatakan peningkatan total aset ditopang oleh upaya industri asuransi jiwa dalam mengoptimalkan pendapatan premi serta penambahan modal yang disetorkan kepada perusahaan.
“Peningkatan ini cukup signifikan, faktor terbesar dan mayoritas dari produksi premi,” kata Edy kepada Bisnis.
 
Data OJK menunjukan pendapatan premi per Maret 2017 terjadi peningkatan sebesar 27,6%, yaitu Rp33,14 triliun dari pendapatan premi di tahun sebelumnya pada periode yang sama sebesar Rp25,97 triliun.
Peningkatan tersebut, katanya, dapat menjadi sinyal positif atas kepercayaan masyarakat terhadap produk asuransi. Harapannya pelaku industri asuransi juga terus melakukan upaya untuk melakukan perluasan produk dan mitra untuk mengoptimalkan industri asuransi jiwa di Indonesia.
 
Salah satu perusahaan asuransi jiwa yang mengalami pertumbuhan aset yaitu, pt bni Life, Wakil Direktur Utama BNI Life Geger N. Maulana mengatakan pertumbuhan aset perusahann meningkat sebesar 34% , senilai Rp14,2 triliun sepanjang triwulan pertama 2017.
 
Geger mengatakan pertumbuhan aset pada triwulan pertama perusahaan sangat ditopang oleh pertumbuhn premi, hal tersebut disebabkan karena kesadaran masyarakat untuk berasuransi yang cukup baik seiring dengn daya beli masyarakat yang memadai.
 
“ Kebutuhan dan kesadaran atas asuransi dari individu dan masing-masing grup korporasi juga meningkat sejalan dengan berkembangnya kemampuan ekonomi,” katanya.
 
Pihaknya optimistis peningkatan tersebut masih akan terjadi hingga triwulan kedua 2017. Guna mencapai target tersebut, dia mengatakan perusahaan akan terus meningkatkan jumlah dan produktifitas dari para pemasar.
 
“Kami juga akan mempercepat proses bisnis dalam menyelesaikan klaim dan pelayanan nasabah yang telah didukung kantor layanan di 7 kota besar,” ujarnya.
 
 Selain itu, pihaknya juga kan mengoptimalkan sinergi dengan induk perusahaan yaitu PT Bank Negara Indonesia. Apalagi, katanya, premi yang signifikan juga didorong oleh faktor pemasaran produk melalui distribusi bancassurance.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asuransi

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top