BI: Pertumbuhan Ekonomi Perlu Diikuti Peningkatan Investasi Baru

Bank Indonesia menilai pertumbuhan ekonomi nasional yang dicanangkan pada kisaran 5,4%-6,1% tahun depan harus diikuti oleh peningkatan investasi baru.
Hadijah Alaydrus | 21 Mei 2017 20:03 WIB
Deretan gedung perkantoran dan apartemen terlihat di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (6/4). - Antara/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA-- Bank Indonesia menilai pertumbuhan ekonomi nasional yang dicanangkan pada kisaran 5,4%-6,1% tahun depan harus diikuti oleh peningkatan investasi baru.

Selain itu, bank sentral beranggapan pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus bersifat sustainable atau berkelanjutan, serta tidak memberikan tekanan kepada inflasi dan nilai tukar.

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengungkapkan kunci untuk tumbuh di atas 5,6% adalah investasi baru sehingga kemampuan PDB potensial kita meningkat.

"Untuk menjadi PDB potensial itu meningkat kuncinya new investment, membeli mesin baru atau mendirikan pabrik baru, yang akhirnya pada saat ada tekanan di PDB actual kita itu tidak akan memberikan dorongan kepada inflasi," ujarnya, Jumat (19/5).

Pada 1998, Dody menuturkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai kisaran 6,5%-7%. Namun, dia menuturkan pertumbuhan yang tinggi tersebut tidak sehat karena diikuti oleh laju inflasi dan defisit transaksi berjalan yang tidak sehat.

Penyebab dari kondisi tersebut dipicu oleh pasokan (supply) yang tidak dapat memenuhi tingginya permintaan (demand). Kemudian pemenuhan kebutuhan permintaan barang yang dilakukan dengan impor, tanpa diimbangi oleh kemampuan ekspor yang kuat, berimbas pada peningkatan defisit transaksi berjalan.

Tag : Pertumbuhan Ekonomi
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top