Perbankan - NPL BCA Proyeksikan Tumbuh Jadi 2%

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja menyatakan kondisi kualitas kredit perseroan belum berubah signifikan dari posisi akhir kuartal I tahun ini.
Ropesta Sitorus | 23 Mei 2017 20:03 WIB
Direktur Utama BCA Jahja Setiaadmadja. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja menyatakan kondisi kualitas kredit perseroan belum berubah signifikan dari posisi akhir kuartal I tahun ini.

"NPL bulan ini sekitar 1,5% lebih. Selama ini kelihatannya tidak terlalu ada [perubahan dari Maret 2017]," katanya, Selasa (23/5/2017).

Sebagai informasi, pada tiga bulan pertama tahun ini, rasio kredit bermsalah (non perrforming loan/NPL) gross BCA sebesar 1,5%, naik 40 bps dari posisi Maret 2016 (yoy) yang tercatat 1,1%.

Kenaikan NPL pada kuartal I/2017 terjadi di semua segmen. Namun yang tertinggi yakni NPL segmen komersial dan usaha kecil menengah (2,1%), disusul NPL segmen korporasi (1,1%), serta NPL konsumer (1,0%).

Dilihat dari sektornya, penyumbang kredit bermasalah emiten berkode BBCA tersebut disumbang oleh bidang penunjang pertambangan, seperti transportasi.

"Jenis sektornya bermacam-macam. Selain transportasi, ada properti yang memang enggak terlalu bagus, serta sektor perdagangan," katanya.

Sampai kuartal II, lanjut Jahja, kondisinya masih akan tidak berubah banyak. Bahkan dia justru memprediksi rasio NPL sampai akhir tahun berpotensi terkerek ke level 2%.

"Sementara ini saya lihat tidak akan terlalu bertambah, tetapi sampai akhir tahun kami proyeksikan bisa sampai 2%. Kemungkinan [peningkatan] ada, kalau mengamati kondisi beberapa perusahaan, ada beberapa yang kami antisipasi bisa ada masalah," tuturnya.

Tag : bca
Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top