Moodys Turunkan Peringkat Kredit China. Pertama Kali Dalam 30 Tahun

Lembaga pemeringkat Moody's Investors Service menurunkan peringkat kredit China. Ini merupakan penurunan peringkat yang pertama kalinya dalam hampir 30 tahun.
Renat Sofie Andriani | 24 Mei 2017 14:29 WIB
Ilustrasi: Petugas keamanan China berjalan di dalam Great Hall of the People atau Balai Agung Rakyat menjelang diselenggarakannya Belt and Road Forum atau KTT Jalur Sutra, di Beijing, China, Sabtu (13/5/2017). - Reuters/Jason Lee

Bisnis.com, JAKARTA – Lembaga pemeringkat Moody's Investors Service menurunkan peringkat kredit China. Ini merupakan penurunan peringkat yang pertama kalinya dalam hampir 30 tahun.

Penurunan peringkat kredit yang berlaku hari ini mempertimbangkan kekuatan finansial ekonomi negara tersebut yang diperkirakan akan terkikis pada beberapa tahun mendatang seiring melambatnya pertumbuhan dan utang yang terus meningkat.

Penurunan peringkat satu tingkat menjadi A1 dari sebelumnya Aa3 terjadi di saat pemerintah China bergulat menghadapi meningkatnya risiko keuangan.

"Penurunan peringkat tersebut mencerminkan perkiraan Moody’s bahwa kekuatan finansial China akan terkikis selama beberapa tahun mendatang, dengan utang ekonomi yang terus meningkat seiring potensi perlambatan pertumbuhan,” papar Moody’s dalam sebuah pernyataan, dikutip Reuters, Rabu (24/5/2017).

Moody’s juga mengubah prospek untuk China menjadi stabil dari negatif.

Pada saat yang sama, jelas Moody’s, kebutuhan Beijing untuk mencapai target pertumbuhan resmi kemungkinan akan membuat ekonomi semakin bergantung pada stimulus.

“Sementara kemajuan reformasi yang sedang berlangsung cenderung mengubah sistem ekonomi dan keuangan dari waktu ke waktu, namun hal itu tidak mungkin mencegah kenaikan material lebih lanjut dalam utang ekonomi, dan akibatnya terjadi peningkatan liabilitas untuk pemerintah," kata Moody's.

Penurunan peringkat tersebut cenderung meningkatkan biaya pinjaman untuk pemerintah China dan badan usaha milik negara (BUMN) secara moderat, namun China tetap berada dalam kisaran peringkat investment grade.

Kementerian Keuangan China mengatakan penurunan peringkat tersebut, pertama kalinya oleh Moody’s untuk negara tersebut sejak 1989, lahir dari penilaian yang terlalu tinggi atas risiko ekonomi dan didasarkan pada metodologi yang tidak tepat.

“Pandangan Moody bahwa utang non-finansial China akan meningkat dengan cepat dan bahwa pemerintah akan terus mempertahankan pertumbuhan melalui langkah-langkah stimulus terlihat melebih-lebihkan kesulitan yang dihadapi ekonomi China, serta meremehkan kemampuan pemerintah China untuk memperdalam reformasi struktural sisi suplai dan memperluas permintaan agregat secara tepat,” jelas pihak kementerian dalam sebuah pernyataan.

Para pemimpin China telah mengidentifikasi penahanan risiko keuangan dan gelembung aset sebagai prioritas utama tahun ini.

Bagaimana pun, pihak otoritas telah bergerak saksama untuk menghindari terpukulnya pertumbuhan ekonomi, dengan berhati-hati menaikkan suku bunga jangka pendek sambil memperketat pengawasan peraturan.

“Ini akan menjadi sangat negatif dalam hal sentimen, terutama pada saat China ingin menurunkan risiko sistem perbankan, dan juga pada saat akan ada beberapa potensi restrukturisasi BUMN," kata Vishnu Varathan, Asia head of economics and strategy di divisi Treasury Bank Mizuho.

Tag : china, moody\'s, ekonomi china
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top