LPEI Andalkan Produk Asuransi Marine Cargo

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank masih mengandalkan produk asuransi pengangkutan atau marine cargo untuk mendorong pertumbuhan dari lini bisnis asuransi sepanjang tahun ini.
Fitri Sartina Dewi | 28 Mei 2017 22:31 WIB
Asuransi - orixinsurance.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank masih mengandalkan produk asuransi pengangkutan atau marine cargo untuk mendorong pertumbuhan dari lini bisnis asuransi sepanjang tahun ini.

Managing Director Indonesia Eximbank Indra W. Supriadi mengatakan saat ini kontribusi bisnis dari lini asuransi belum terlalu besar. Dari total aset LPEI yang mencapai Rp105 triliun per Maret 2017, lini bisnis penjaminan dan asuransi berkontribusi sekitar 17% atau mencapai Rp17,4 triliun, sedangkan kontribusi terbesar masih berasal dari lini bisnis pembiayaan ekspor.

Secara komposisi, dari total nilai bisnis penjaminan dan asuransi yang mencapai Rp17,4 triliun, lini bisnis asuransi menyumbang Rp9,5 triliun, dan lini bisnis penjaminan menyumbang Rp7,9 triliun.

“Hingga akhir 2017 kami targetkan nilai penjaminan bisa naik menjadi Rp9,2 triliun, sedangkan nilai bisnis asuransi mencapai Rp9,7 triliun. Secara total kami targetkan kontribusi dari kedua lini bisnis tersebut bisa meningkat menjadi 20%,” kata Indra pada akhir pekan ini.

Untuk lini bisnis asuransi, dia mengungkapkan kontribusi bisnis terbesar diperkirakan berasal dari asuransi marine cargo. Adapun, saat ini LPEI memiliki tiga produk asuransi untuk mendukung kegiatan ekspor yaitu proteksi piutang dagang, asuransi marine cargo, dan asuransi harta benda.

Dari ketiga produk tersebut, porsi bisnis asuransi marine cargo mencapai sekitar 65%, asuransi harta benda mencapai sekitar 20%, dan sekitar 15% sisanya berasal dari proteksi piutang dagang.

“Kegiatan ekspor sangat bergantung dengan proses pengangkutan dan pengiriman barang, sehingga kami perkirakan hingga akhir tahun ini, asuransi marine cargo masih akan menjadi penyumbang terbesar terhadap lini bisnis asuransi,” ujarnya,

Lebih lanjut, Indra mengungkapkan untuk mencapai target pertumbuhan di tahun ini, pihaknya akan secara aktif melakukan pendekatan dan sosialisasi mengenai produk asuransi kepada debitur maupun non-debitur yang memiliki potensi ekspor cukup besar.

Menurutnya, perkenalan produk asuransi kepada publik perlu dilakukan, karena selama ini LPEI lebih dikenal sebagai lembaga pembiayaan berorientasi ekspor, sedangkan peran di bidang asuransi dan penjaminan masih banyak yang belum mengetahui.

Selain itu, pihaknya juga akan meningkatkan kemitraan dengan pialang asuransi untuk mempromosikan produk asuransi LPEI. Hingga saat ini LPEI telah menjalin kemitraan dengan sekitar 32 perusahaan pialang asuransi.

Menurutnya, pialang asuransi memiliki peran yang sangat penting terhadap pertumbuhan bisnis asuransi, karena sekitar 70% perolehan premi asuransi masih disumbang dari saluran distribusi tersebut, sedangkan 30% sisanya disumbang dari direct marketing.

 

Tag : asuransi
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top