PENGENDALIAN INFLASI: Masalah Tetap di Pasokan dan Distribusi

Bank Indonesia mengindikasikan dua masalah yang membuat inflasi pada periode Ramadan melonjak, yakni pasokan dan distribusi.
Hadijah Alaydrus | 29 Mei 2017 20:57 WIB
Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo menjamu wartawan media dalam acara buka puasa bersama di Kantor Pusat Bank Indonesia, Senin (29/5 - 2017). Di tengah jamuan, Gubernur BI menuturkan sejumlah hal di antaranya peningkatan koordinasi dengan pemerintah dalam menjaga inflasi.

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia mengindikasikan dua masalah yang membuat inflasi pada periode Ramadan melonjak, yakni pasokan dan distribusi.

Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo mengungkapkan masalah utama inflasi ada dua hal yaitu pasokan dan yang kedua adalah distribusi, artinya konektivitas untuk mencapai daerah tersebut.

"Tapi secara umum semua terkendali dan saya rasa Pak Menko Perekonomian ini terkendali," ungkapnya selepas acara buka puasa bersama media, Senin (29/5).

Sejauh ini, dia memaparkan Bank Indonesia (BI) bersama kementerian dan instansi terkait a.l. Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/ Bappenas telah melakukan koordinasi jangka pendek agar inflasi pada bulan Ramadan dan jelang Lebaran terjaga.

Dia mengakui perhatian khusus BI dan pemerintah berada pada harga bahan pokok yang bergejolak (volatile food). Untuk itu, pemerintah akan meyakini bahwa pasokan bahan pokok terutama volatile food mencukupi.

"Upaya untuk komunikasi dengan masyarakat supaya tidak perlu khawatir, bila ada yang mengatakan tidak cukup pasokan dan lain-lain," tambahnya.

Pemerintah dan BI, lanjut Agus, akan kembali mengadakan rapat koordinasi inflasi pada 12 Juni mendatang atau dua minggu sebelum Lebaran.

Berdasarkan survei BI pada minggu lalu, Agus mengungkapkan inflasi Mei berada di kisaran 0,37%. Artinya, BI melihat inflasi secara year on year (yoy) berada di kisaran 4,31%. "Kami melihat bahwa masih akan ada penyesuaian di minggu terakhir ini berdasarkan rapat koordinasi di Kantor Menko."

Hal ini disebabkan oleh respon yang baik dari Kemendag dan BUMN terkait untuk memperbaiki pasokan sehingga BI meyakini adanya perbaikan harga.

Dia mengakui pemerintah dan BI memberikan perhatian khusus kepada beberapa propinsi di luar Pulau Jawa yang memiliki kecenderungan inflasi sudah mulai tinggi a.l. Bengkulu, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah dan Papua.

Tag : Inflasi, stok, Ramadan
Editor : Lutfi Zaenudin

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top