Presiden ECB: Zona Euro Masih Butuh Stimulus Tambahan

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi menyebutkan, zona euro masih membutuhkan stimulus tambahan demi mengejar target inflasi, kendati pertumbuhan kawasan tersebut mulai menunjukkan pemulihan yang kuat.
Yustinus Andri DP | 30 Mei 2017 09:08 WIB
Presiden European Central Bank (ECB) Mario Draghi - bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA—Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi menyebutkan, zona euro masih membutuhkan stimulus tambahan demi mengejar target inflasi, kendati pertumbuhan kawasan tersebut mulai menunjukkan pemulihan yang kuat.

“Kita [zona euro] masih membutuhkan situasi yang mendukung agar penyaluran kredit dan pembiayaan, dan itu sangat bergantung pada pelonggaran moneter yang sangat akomodatif,” kata Draghi, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (30/5/2017).

Dia juga menyoroti pertumbuhan upah yang masih lemah dan laju inflasi yang masih di bawah harapan. Tercatat laju inflasi kawasan itu pada April telah mencapai 1,9%. Namun, capaian itu diperkirakan kembali turun seiring mulai meredanya efek rebound dari harga energi. Seperti diketahui ECB menargetkan tingkat inflasi zona euro berada pada level 2% pada tahun ini.

Akibat dari pernyataan Draghi tersebut membuat imbal hasil obligasi Jerman jatuh dan nilai tukar euro terhadap dolar AS melemah, karena investor menganggap komentar Draghi relatif dovish.

"Pada pertemuan kebijakan moneter bulan Juni, Dewan Gubernur ECB akan memperbaharui laporan dan proyeksinya yang didasarkan pada kondisi ekonomi saat ini,” lanjut Draghi.

Pernyataan Draghi ini secara tak langsung bertolak belakang dengan pendapat Anggota Dewan Gubernur ECB Benoit Coure dua pekan lalu. Kala itu, sekutu Draghi tersebut menyatakan bahwa proses normalisasi moneter di zona euro telah mendesak untuk dilakukan.

Pernyataan yang serupa Coure itu juga sempat disampaikan oleh dua sekutu Draghi lain yakni Vitor Constancio dan Peter Praet pada awal bulan ini. Keduanya menyatakan proses normalisasi moneter ECB secara bertahap telah mendesak untuk dilakukan.

Sumber : Reuters

Tag : ecb
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top