KABAR PASAR 20 JUNI: Investasi Obligasi Dana Pensiun Melemah, Hingga Defisit Anggaran Diprediksi Melebar

Sejumlah berita yang layak menjadi perhatian pasar menjadi sorotan beberapa media massa hari ini, Selasa (20/6/2017), antara lain mengenai investasi obligasi dana pensiun yang melemah serta defisit anggaran yang diprediksi melebar.
Aprianto Cahyo Nugroho | 20 Juni 2017 08:27 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah berita yang layak menjadi perhatian pasar menjadi sorotan beberapa media massa hari ini, Selasa (20/6/2017), antara lain mengenai investasi obligasi dana pensiun yang melemah serta defisit anggaran yang diprediksi melebar.

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

Investasi Obligasi Dana Pensiun. Minat dana pensiun untuk mengoleksi obligasi korporasi cenderung melemah dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan redupnya kepercayaan pelaku industri. (Bisnis Indonesia)

Defisit Anggaran Diprediksi Melebar. Pemerintah memperoyeksikan defisit anggaran dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2017 bakal melebar hingga 2,6%. (Bisnis Indonesia)

Selain mengubah asumsi makro, pemerintah juga akan mengubah postur belanja dan penerimaan dalam RAPBN-P 2017. Pemerintah juga akan menghitung ulang defisit anggaran pada tahun ini. (Kontan)

Emiten Gencar Buyback. Pemerintah memperoyeksikan defi sit anggaran dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2017 bakal melebar hingga 2,6%. (Bisnis Indonesia)

BUnga Obligasi Global Kian Ringan. Sebulan setelah menerima status investment grade dari Standard & Poor’s (S&P), Indonesia berpeluang menikmati efek positif atas kenaikan peringkat utang tersebut. Sebab, bunga euro bond, obligasi global Indonesia bedenominasi euro, yang akan terbit bulan depan bisa lebih ringan dibanding surat utang sejenis terbitan tahun-tahun sebelumnya. (Kontan)

Ekonomi Kuartal II Lebih Lambat. Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun ini lebih rendah dari yang diperkirakan. Sebelumnya, bank sentral memperkirakan ekonomi dalam tiga bulan kedua tahun ini bisa mencapai 5,1%. (Kontan)

Tag : sentimen pasar
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top