Ancaman Krisis Sistem Keuangan, Ini Strategi Regulator Perbankan China

Regulator perbankan China meminta kepada bank domestik untuk melakukan reformasi dalam menangani debitur perusahaan ‘zombie’, mengendalikan bubble pasar perumahan regional, dan mendorong maju penggunaan debt to equity swaps.
Surya Rianto | 24 Juni 2017 12:42 WIB
Seorang investor memegang manik-manik doa saat melihat papan yang menunjukkan harga saham di sebuah kantor broker di Beijing. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Regulator perbankan China meminta kepada bank domestik untuk melakukan reformasi dalam menangani debitur perusahaan ‘zombie’, mengendalikan bubble pasar perumahan regional, dan mendorong maju penggunaan debt to equity swaps.

Ketua Regulator Perbankan China Guo Shuqing mengatakan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan beberapa wakil dari sejumlah bank komersial terbesar China untuk memeriksa kemajuan dalam melaksanakan agenda reformasi yang digagas pemerintah pusat tersebut.

China menggunakan reformasi struktural sebagai solusi untuk kapasitas industri dan mengurangi ketergantungan pengusaha kepada pertumbuhan bisnis berbasis utang. Guo pun berjanji akan membersihkan kekacauan yang tengah dialami sistem perbankan China.

“Kami harus memperdalam pengembangan debt to equity swap yang diatur oleh pasar dan hukum,” ujarnya seperti dilansir Reuters pada Sabtu (24/6).

Dia menambahkan, untuk mengatasi kelebihan kapasitas sektor industri, bank harus fokus menyelesaikan inti masalah yang membuat perusahaan menjadi zombie dan mengalami kerugian. Hal itu bisa didukung dengan subsidi dan pinjaman spesial.

“Untuk menghindari bubble pasar properti di China, bank diminta untuk memberikan kebijakan kredit perumahan secara merata di regional,” tambahnya.

Pada bulan lalu, regulator perbankan China merilis daftar peraturan yang bertujuan untuk mencegah dan menangani potensi terjadi krisis pada sistem keuangan, termasuk pengawasan terhadap aksi debt to equity swaps serta peraturan tentang kebangkrutan bagi bank komersial.

Tag : ekonomi china
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top