Investasi SBN: Car Life Optimistis Penuhi Batas Minimum

Pelaku industri asuransi jiwa optimistis dapat memenuhi ketentuan regulator terkait batas minimum investasi pada surat berharga negara (SBN) mencapai 30% hingga akhir 2017.nn
Fitri Sartina Dewi | 25 Juni 2017 01:23 WIB
Karyawati melintas di depan logo perusahaan asuransi jiwa di Jakarta, Rabu (8/3). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku industri asuransi jiwa optimistis dapat memenuhi ketentuan regulator terkait batas minimum investasi pada surat berharga negara (SBN) mencapai 30% hingga akhir 2017.

PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya (CAR Life) merupakan salah satu perusahaan asuransi jiwa yang optimistis batas minimun investasi pada instrumen SBN sebesar 30% hingga akhir 2017 bisa terpenuhi.

Direktur Keuangan CAR Life Antonius Probosanjoyo menyatakan saat ini pihaknya memang masih belum memenuhi batas minimum investasi sebesar 30% pada instrumen SBN.

Menurutnya, porsi investasi pada instrumen SBN masih berubah-ubah, karena total aset dan investasi perusahaan cenderung dinamis. Akan tetapi, dia mengungkapkan porsi investasi SBN hingga saat ini telah mencapai kisaran diatas 20%.

“Kami tetap optimistis bisa terpenuhi, karena masih ada sisa waktu sekitar 6 bulan untuk mengejar batas minimum yang ditetapkan,” kata Antonius kepada Bisnis, Sabtu (24/6/2017).

Untuk memenuhi ketentuan di tahun ini, dia mengungkapkan pihaknya juga berencana untuk berinvestasi pada surat utang yang diterbitkan BUMN di bidang infrastruktur.

Seperti diketahui, untuk mendorong pemenuhan batas minimum investasi SBN bagi lembaga jasa keuangan non bank, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan Peraturan OJK atau POJK No.36/2016 tentang Perubahan Atas POJK No.1/2016 tentang Investasi Surat Berharga Negara Bagi Lembaga Jasa Keuangan Non Bank.

Pasal 4A pada peraturan itu menjelaskan, lembaga jasa keuangan non bank dapat memenuhi ketentuan batas minimum penempatan investasi SBN pada obligasi dan/atau sukuk yang diterbitkan BUMN, badan usaha milik daerah (BUMD), dan/atau anak perusahaandari BUMN yang penggunaannya untuk pembiayaan infrastruktur.

Sementara itu, hingga kuartal I/2017 Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat jumlah investasi asuransi jiwa telah mencapai Rp420,82 triliun atau tumbuh 21,3% jika dibandingkan jumlah investasi pada kuartal I/2016.

Dari jumlah tersebut, Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim mengatakan porsi investasi yang ditempatkan pada instrumen SBN baru mencapai 14,6%. Adapun, porsi investasi terbesar masih ditempatkan pada instrumen reksa dana yang mencapai 32,9% dari total investasi.

Tag : asuransi
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top