Sevel Tutup, Kinerja Bisnis Ritel Masih Baik

Kamar Dagang dan Industri Indonesia menilai bisnis ritel masih menarik meski terjadi penurunan daya beli pada Ramadan Lebaran tahun ini.nn
N. Nuriman Jayabuana | 25 Juni 2017 21:28 WIB
Salah satu gerai Seven Eleven - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri Indonesia menilai bisnis ritel masih menarik meski terjadi penurunan daya beli pada Ramadan Lebaran tahun ini.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia Rosan Roeslani berpendapat ditutupnya seluruh gerai Seven Eleven di Indonesia tak menggambarkan lesunya kinerja ritel secara keseluruhan.

"Ritel secara industri masih baik kok, tapi Kadin melihatnya mungkin busines model Sevel kurang pas di sini," ujar Rosan usai menghadiri open house di rumah dinas Menteri Perindustrian, Minggu (25/6/2017).

Menurut Rosan, karakter ritel domestik adalah marjin yang tipis untuk menjaga tingginya volume transaksi. "Tapi untuk Sevel sudah modalnya besar untuk sewa tempat. Justru malah banyak dipakai untuk nongkrong daripada belanja," ujar Rosan.

Akibatnya, kinerja penjualan gerai tak mampu menutupi biaya operasional yang cukup tinggi. "Sementara kompetitornya memang yang beli keluar masuknua sedikit. Tapi volome transaksinya relatif besar. Di Sevel oranh beli satu Coca Cola saja nongkrongnua dua tiga jam," ujar dia.

Rosan mengakui memang penurunan daya beli juga dirasakan sektor ritel. Kendati demikian, dia meyakini pelemahan daya beli itu hanya siklus sementara

"Meskipun Lebaran tapi daya beli sedikit menurun, mungkin orang sekaranh lagi banyak menahan diri. Uangnya sih ada, tapi ga dibelanjakan begitu banyak. Tapi kami masih optimis spending masyarakat tahun ini membaik. "

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ritel

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top