Ini Tugas Pertama DK OJK Yang Baru

Proses serah terima jabatan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) akan dilakukan pada 21 Juli 2017. Setelah proses tersebut dilakukan, DK OJK yang baru diwajibkan segera melaksanakan tugas pertamanya, yakni melakukan pembagian tugas dan jabatan
Yustinus Andri DP | 26 Juni 2017 15:11 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terpilih Wimboh Santoso memberikan keterangan dalam acara bincang bersama media di Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (9/6). - Antara/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA—Proses serah terima jabatan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) akan dilakukan pada 21 Juli 2017. Setelah proses tersebut dilakukan, DK OJK yang baru diwajibkan segera melaksanakan tugas pertamanya, yakni melakukan pembagian tugas dan jabatan

Ketua DK OJK saat ini Muliaman D. Hadad mengatakan tugas pertama DK OJK periode 2017—2022  mendesak dilakukan agar proses transisi dan peralihan agenda serta tugas yang belum terselesaikan dapat berjalan lancar.

“Tugas pertamanya adalah memutuskan siapa memegang apa dan bertanggung jawab di bidang apa. Kan saat ini belum ditetapkan. Nanti rapat perdana DK OJK yang baru, hal itu seharusnya sudah dilakukan,” kata Muliaman, saat menggelar open house di kediamannya, Senin (26/6/2017).

Muliaman mengatakan sejak anggota DK OJK terpilih resmi diumumkan oleh DPR RI, pihaknya telah mengundang para anggota DK OJK yang baru untuk bertemu dalam beberapa kesempatan. Dalam pertemuan itu, Muliaman menyampaikan sejumlah hal yang telah dan sedang dikerjakan oleh DK OJK periode kepemimpinannya.

Selanjutnya, apabila rapat perdana DK OJK yang baru telah menghasilkan keputusan pembagian tugas, para pejabat lama akan kembali bertemu dengan pejabat yang baru untuk membahas hal-hal yang lebih spesifik. Pasalnya, selama proses transisi berlangsung selama ini, pejabat OJK pada dua periode tersebut belum membahas secara spesifik tugas-tugas dan persoalan yang ada.

Di sisi lain, kondisi sektor finansial di Indonesia baru-baru ini terus menunjukkan indikasi positif, sehingga belum ada tantangan khusus yang mendesak untuk dibahas. Indikasi positif itu salah satunya muncul dari keputusan Moody's Investors Service menaikkan outlook perbankan Indonesia dari stabil menjadi positif pada Selasa (13/6/2017) lalu.

Selain itu, indikasi positif juga muncul dari bursa saham. Pada penutupan perdagangan semester I/2017, indeks harga saham berhasil menembus level 5.829,71, atau menjadi rekor penutupan tertinggi IHSG sepanjang sejarah. Apabila dihitung sejak awal 2017, IHSG telah meningkat hingga 10,06%. 

Sementara itu, anggota DK OJK periode 2012—2017 yang kembali terpilih pada periode berikutnya, yakni Nurhaida mengaku optimistis dapat melanjutkan prestasinya pada periode sebelumnya. Menurutnya, DK OJK periode baru akan mampu mengemban tugas melanjutkan prestasi yang telah ditorehkan pendahulunya.

“Kalau kita lihat di pasar modal, tren terus naik 5  tahun terakhir, artinya kepercayaan masyarakat meningkat dan syukur-syukur OJK memiliki peran besar di situ. Tugas kami nantinya terus meningkatkan kinerja-kinerja sektor-sektor terkait, dan saya percaya kita mampu,” katanya.  

Adapun, nama-nama DK OJK periode 2017-2022 yang telah terpilih adalah Wimboh Santosa sebagai ketua serta anggota yang terdiri Nurhaida, Tirta Segara, Riswinandi, Heru Kristiyana, Hoesen dan Ahmad Hidayat. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ojk

Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top