Penyusutan Penyerapan Tenaga Kerja Gerus Daya Beli

Kalangan pengusaha merasakan pelemahan daya beli masyarakat pada periode Lebaran tahun ini
N. Nuriman Jayabuana | 26 Juni 2017 13:58 WIB
Hariyadi Sukamdani (kiri). - .

Bisnis.com, JAKARTA—Kalangan pengusaha merasakan pelemahan daya beli masyarakat pada periode Lebaran tahun ini.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi Sukamdani menyatakan pemerintah perlu segera memikirkan stimulus supaya bisa mendongkrak daya beli masyarakat.

Menurutnya, penurunan konsumsi terjadi lantaran adanya penyusutan pada angka penyerapan tenaga kerja sektor formal.

“Memang perlu dikonfirmasi ke BPS, yang bilang tren pengangguran terus menurun. Tapi dugaan saya penyerapan tenaga kerja formal menyusut. Makanya pemerintah mesti memperhatikan hal ini, karena yang berdampak langsung ke daya beli adalah penyerapan pekerja formal,” ujar Hariyadi saat menghadiri open house di rumah dinas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (26/6/2017).

Hariyadi menyatakan pengusaha dari berbagai sektor mengkonfirmasi penurunan daya beli yang drastis dibandingkan periode Ramadan dan Lebaran tahun lalu.

“Boleh dibilang semuanya menyatakan mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Malah ada sektor yang penjualannya drop signifikan sekali, sampai 20%,” ujar dia.

Di satu sisi, Hariyadi mengapresiasi upaya pemerintah menarik investasi. Sebab realisasi penanaman modal pada 2016 tercatat senilai Rp 612,8 triliun, atau naik tiga kali lipat dibanding realisasi investasi pada 2010 senilai Rp208,5 triliun.

“Artinya kan itu naik tiga kali lipat. Tapi ya kembali lagi, kenaikan investasi itu tidak diikuti dengan tren kenaikan penyerapan tenaga kerja,” ujar Hariyadi.

Menurutnya, realisasi investasi masih lebih banyak tertuju kepada sektor padat modal. Sementara itu, realisasi investasi di sektor padat karya masih belum dianggap sebagai peluang yang menarik.

Hariyadi menyatakan rasio investasi terhadap penyerapan tenaga kerja pada 2010, yakni investasi senilai Rp1 triliun dapat menyerap 5 ribu tenaga kerja.

“Tapi rasio itu sekarang turun jauh, setiap investasi Rp1 triliun hanya menyerap tenaga kerja 2.200 orang. Nah ini yang sebenarnya perlu diperhatikan pemerintah.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tenaga kerja

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top