Kepercayaan Konsumen Inggris Merosot Tajam

Kepercayaan diri konsumen Inggris merosot tajam seiring dengan proyeksi kenaikan inflasi dan pelemahan upah.
Kurniawan A. Wicaksono | 30 Juni 2017 13:37 WIB
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Kepercayaan diri konsumen Inggris merosot tajam seiring dengan proyeksi kenaikan inflasi dan pelemahan upah.

Hal ini tergambar dari survei yang dilakukan oleh perusahaan riset pasar GfK, seperti dilansir dari Reuters pada Jumat (30/6/2017). Indikator kepercayaan konsumen merosot ke -10, lebih lemah dari perkiraan konsesus pada median -7.

Joe Staton, Head of Market Dynamics GfK mengatakan saat ini ada tekanan kembar dari harga yang lebih tinggi dan pertumbuhan upah yang lamban. Dua faktor ini yang berpotensi memukul perekonomian karena sebelumnya masih ditopang oleh belanja konsumen.

“Ini akan menekan anggaran rumah tangga dan menambah kekhawatiran meluasnya perlambatan ekonomi akibat Brexit,” ujarnya.

Adapun, indikator kesediaan konsumen untuk membeli barang-barang mewah juga merosot menjadi +1, dari sebelumnya +9. Hal ini, sambungnya, berpotensi menguatkan alarm untuk para retailer.

Survei ini menguatkan riset kepercayaan yang telah dipublikasikan perusahaan pemungutan suara YouGov awal pekan ini. Survei YouGov menunjukkan ada suasana suasana yang suram pada hasil pemilihan Inggris yang berantakan dan pelemahan pasar properti.

Perekonomian Inggris pada awalnya bertahan setelah keputusannya untuk meninggalkan Uni Eropa. Namun, tekanan yang meningkat akibat pengeluaran dari mata uang yang melemah. Hal inilah yang memicu kenaikan inflasi dan pada gilirannya memperlambat laju pertumbuhan ekonomi pada awal tahun ini.

Inflasi diperkirakan akan menembus 3%, sedangkan pertumbuhan upah melambat menjadi di bawah 2%. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top