NOTA KEUANGAN RAPBN 2018: Pertumbuhan Dipatok 5,4% dan Inflasi Melandai, Ini Asumsi Lengkap Anggaran Tahun Depan

Pemerintah akhirnya menetapkan asumsi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,4% untuk tahun depan, menanjak dari estimasi dalam APBN Perubahan 2017 sebesar 5,2%.
Arys Aditya | 16 Agustus 2017 04:39 WIB
Presiden Joko Widodo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna terkait pagu indikatif RAPBN 2018 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/4). - Antara/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA--Pemerintah akhirnya menetapkan asumsi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,4% untuk tahun depan, menanjak dari estimasi dalam APBN Perubahan 2017 sebesar 5,2%.

Berdasarkan dokumen Nota Keuangan RAPBN 2018 yang diperoleh Bisnis, Selasa (16/8/2017), angka tersebut diiringi oleh laju inflasi sebesar 3,5% atau melandai dari tahun ini yang diperkirakan mencapai level 4,3%.

Sementara itu, nilai tukar rupiah sepanjang tahun depan diprediksi bergerak di kisaran Rp13.400 per dolar Amerika Serikat atau menguat tipis dari perkiraan tahun ini sebesar Rp13.500 per dolar AS. 

Presiden Joko Widodo dijadwalkan membaca Nota Keuangan RAPBN 2018 di hadapan Parlemen pada siang ini seusai sesi Pidato Kenegaraan tahunan, Rabu (16/8/2017).

Selain itu, harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) pada 2018 diasumsikan tidak bergerak dari harga tahun ini. Sementara, lifting minyak mengalami sedikit penurunan dan lifting gas meningkat tipis.

Asumsi Makro APBNP 2017 dan RAPBN 2018

Variabel    APBNP 2017      RAPBN 2018

PE (%) 5,2 5,4

Inflasi (%) 4,3 3,5

Kurs (Rp per US$) 13.500 13.400

SPN  (%) 5,2 5,3

ICP (US$ per barel) 48 48

Lifting Minyak (ribu bopd) 815 800

Lifting Gas (ribu boepd) 1.150 1.200

Sumber: Nota Keuangan RAPBN 2018, diolah

Tag : rapbn, Nota Keuangan
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top