Tuan Rumah Pertemuan IMF-World Bank, Ekonomi Bali Diprediksi Tumbuh hingga 7%

Keputusan pemerintah pusat menjadikan Bali sebagai tuan rumah IMF dan World Bank Annual Meeting pada Oktober 2018 akan memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Bali.
Feri Kristianto | 24 Agustus 2017 20:06 WIB
Wisatawan mancanegara beraktivitas di kawasan Festival Kuta Sea Sand Land, Pantai Kuta, Bali, Jumat (18/8). - ANTARA/Nyoman Budhiana

Bisnis.com, DENPASAR - Keputusan pemerintah pusat menjadikan Bali sebagai tuan rumah IMF dan World Bank Annual Meeting pada Oktober 2018 akan memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Bali.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi pada tahun2018, tingkat pertumbuhan Pulau Bali ditaksir bisa berada di kisaran 6%-7%. Pada semester pertama tahun 2017, tingkat pertumbuhan Bali sebesar 5,81%.

"Pertumbuhan ekonomi Bali tahun depan saya prediksi 6%-7%," paparnya di Nusa Dua, Kamis (24/8/2017)

Josua mengungkapkan, saat forum yang mempertemukan menteri keuangan dan Gubernur Bank Sentral itu diadakan, maka tingkat konsumsi di Bali akan naik. Pasalnya,  akan datang sebanyak 15.000 orang delegasi dan diperkirakan berbelanja oleh-oleh serta cenderamata.

Selain itu, industri pariwisata sudah pasti bakal kebanjiran wisatawan paska-prtemuan World Bank dan IMF.‎ Josua juga menegaskan, bahwa pelaksanaan World Bankn dan IMF sekaligus momentum untuk mendorong sektor pariwisata dan mendongkrak investasi.

"‎Ini momentum kebangkitan pariwisata," jelasnya

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
imf

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top