Bisnis Asuransi Umum Lesu, Penurunan Rasio Diharapkan Bertahan

Penurunan rasio klaim atau loss ratio di industri asuransi umum diharapkan dapat berlanjut hingga akhir 2017 di tengah kinerja bisnis yang belum signifikan sepanjang paruh pertama tahun ini.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 15 September 2017  |  12:46 WIB
Bisnis Asuransi Umum Lesu, Penurunan Rasio Diharapkan Bertahan
Ilustrasi asuransi - dreamstime.com

Bisnis.com, JAKARTA – Penurunan rasio klaim atau loss ratio di industri asuransi umum diharapkan dapat berlanjut hingga akhir 2017 di tengah kinerja bisnis yang belum signifikan sepanjang paruh pertama tahun ini.

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dadang Sukresna mengatakan, pada semester I/2017 realisasi klaim bruto industri secara umum mengalami penurunan. Klaim besar atau katastrofik, jelasnya, tidak terjadi pada periode tersebut.

Dia berharap kondisi tersebut mampu bertahan hingga akhir tahun, di tengah upaya industri untuk meningkatkan kinerja bisnis.

“Dampak positifnya, ketika bisnis lagi turun, klaim juga turun. Semoga bertahan sampai akhir tahun, sambil berupaya mendorong pertumbuhan premi bruto,” ujar Dadang kepada Bisnis, Jumat (15/9/2017).

Laporan AAUI tentang kinerja industri pada semester I/2017 menunjukkan klaim rasio industri mencapai 42,7% atau turun dari periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy) sebesar 45,4%.

Realisasi itu ditopang dengan penurunan klaim bruto yang tercatat sebesar 9,6% (yoy) menjadi Rp12,46 triliun, kendati premi bruto industri juga turun 4,0% (yoy). Pada periode itu, klaim bruto asuransi harta benda menurun 13,5% (yoy) menjadi Rp2,94 triliun, sedangkan asuransi kendaraan bermotor turun 5,3% (yoy) menjadi Rp3,53 triliun.

“Saya rasa penurunannya [seluruh lini bisnis] tidak ada yang signifikan. [Penurunan rasio klaim]  pengaruh kedua lini usaha itu besar,” kata Dadang. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asuransi

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup