KABAR PASAR 20 SEPTEMBER: Bank Besar Masih Beres-beres, Emisi Bakal Tembus Rp150 Triliun

Berita mengenai konsolidasi 10 bank besar serta emisi surat utang korporasi baru menjadi topik utama media nasional hari ini, Rabu (20/9/2017) bersamaan dengan sejumlah berita utama lainnya.
Aprianto Cahyo Nugroho | 20 September 2017 08:28 WIB
Siswa Sekolah Menengah Atas Santa Ursula Bumi Serpong Damai membaca koran Bisnis Indonesia saat berkunjung ke kantor redaksi Bisnis Indonesia, di Jakarta, Selasa (16/5). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai konsolidasi 10 bank besar serta emisi surat utang korporasi baru menjadi topik utama media nasional hari ini, Rabu (20/9/2017) bersamaan dengan sejumlah berita utama lainnya.

Berikut ringkasan berita-berita utama di media nasional hari ini:

Bank Besar Masih Beres-beres. Konsolidasi 10 bank besar diperkirakan selesai pada tahun depan, setelah pada tahun ini bank fokus membereskan tahap akhir kredit bermasalah. (Bisnis Indonesia)

Utamakan Kepentingan Publik. Otoritas Jasa Keuangan menilai perdebatan soal pengenaan biaya isi ulang saldo kartu uang elektronik sebaiknya diserahkan kepada mekanisme pasar. (Bisnis Indonesia)

Emisi Bakal Tembus Rp150 Triliun. PT Pemeringkat Efek Indonesia mengantongi mandat penerbitan surat utang korporasi baru senilai Rp43,59 triliun, sehingga penerbitan surat utang korporasi tahun ini berpotensi tembus Rp150 triliun. (Bisnis Indonesia)

OJK Tantang Bank Lebih Efisien. Otoritas Jasa Keuangan dinilai harus bekerjasama dengan institusi lain guna mendorong perbankan menurunkan suku bunga kredit demi memangkas margin bunga bersih atau net interest margin (NIM). (Bisnis Indonesia)

Pajak Membidik Aset Tersembunyi Anda. Pemerintah punya senjata baru untuk mendongkrak penerimaan pajak tahun 2017 ini dan tahun 2018. Lewat Peraturan Pemerintah (PP) No 36/2017 tentang Pajak Penghasilan atas Harta Bersih yang Diperlakukan atau Dianggap sebagai Penghasilan, lewat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, pemerintah akan lebih galak dalam menggaruk penerimaan dari para wajib pajak. (Kontan)

Setoran Dividen BUMN Bertambah. Badan Anggaran (Banggar) DPR mendesak pemerintah untuk menaikkan target dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi Rp 45 triliun. Jumlah itu bertambah Rp 1,3 triliun dibandingkan usulan pemerintah dalam nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 yang sebesar Rp 43,7 triliun. (Kontan)

Masih Ada Peluang Bunga Acuan Turun. Bank Indonesia (BI) dinilai masih memiliki ruang untuk kembali memangkas suku bunga acuan 7-Day reverse repo rate (RRR) dalam Rapat Dewan Gubernur pada pekan ini. Salah satu alasannya adalah adanya deflasi pada Agustus 2017. (Kontan)

Tag : kabar pasar
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top