GUBERNUR BI: Inflasi Indonesia Masih Tinggi Dibanding Filipina

Dalam rangka Dies Natalis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia ke-67, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memberikan orasi yang mengangkat topik bauran kebijakan Bank Indonesia: Menjaga Stabilitas, Mendorong Pertumbuhan.nn
Hadijah Alaydrus | 20 September 2017 17:41 WIB
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA -- Dalam rangka Dies Natalis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia ke-67, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memberikan orasi yang mengangkat topik bauran kebijakan Bank Indonesia: Menjaga Stabilitas, Mendorong Pertumbuhan.

Dalam orasinya, Gubernur BI memaparkan terkait upaya bank sentral bersama pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga laju inflasi.

Menurut Agus, laju inflasi di dalam negeri masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan beberapa negara Asean lainnya.

Dalam enam tahun terakhir, rata-rata inflasi Indonesia mencapai 5,2%.

"Filipina rata-rata enam tahun terakhir di bawah 3%. Jangan tanya Malaysia dan Thailand itu semua di bawah 2%," papar Gubernur BI, Rabu (20/9)

Kedepannya, BI berharap Indonesia bisa masuk ke era inflasi rendah bersama beberapa negara tersebut. Untuk mengejar hal itu diperlukan tindakan yang nyata.

Bank sentral, kata Agus, sudah membentuk tim pengendali inflasi daerah. Saat ini, dia mengatakan BI memiliki 450 tim pengendali inflasi di semua propinsi, kabupaten dan kota.

"Mereka mempromosikan program-program pengendalian inflasi," ujar Agus. Di tingkat pusat, BI bersama pemerintah pusat juga tergabung tim pengendali inflasi.

Adapun, Rakornas Tim Pengendali Inflasi selalu dipimpin oleh Presiden RI untuk berbicara mengenai strategi menekan inflasi. Rapat tersebut dapat berlangsung hingga 3 jam.

"Jadi jangan bilang kalau inflasi rendah itu suatu keberuntungan. Itu kerja keras dan kerja yang perlu konsistensi," tegas Agus.

Selain orasi dari Gubernur BI, FEB UI juga menggunakan acara Dies Natalis ini untuk memberikan anugerah Wiraprakasa Adhitama kepada tiga orang alumni tersebut diserahkan langsung oleh dekan FEB UI Ari Kuncoro.

Ketiga alumni yang memiliki rekam jejak kontribusi kepada negara yang luar biasa adalah mantan gubernur BI dan menteri perdagangan Rachmat Saleh, founder Deloitte Indonesia Hans Kartikahadi dan founder Avrist Insurance Harry Harmain Diah.

Acara ini turut dihadiri oleh Rektor UI Muhammad Anis, Ketua ILUNI FEB UI Mirza Adityaswara, dan Wamenkeu Mardiasmo.

Tag : Inflasi
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top