PENURUNAN 7DRRR: Pemerintah Berharap Konsumsi Bisa Terkerek

Bisnis.com, JAKARTA - Penurunan bunga perbankan sebagai imbas pelonggaran moneter Bank Indonesia yang menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate (7-DRR) menjadi 4,25% diharapkan bisa mengerek konsumsi.
Edi Suwiknyo | 25 September 2017 19:32 WIB
Paket Kebijakan Ekonomi - Istimewa


Bisnis.com, JAKARTA - Penurunan bunga perbankan sebagai imbas pelonggaran moneter Bank Indonesia yang menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate (7-DRRR) menjadi 4,25% diharapkan bisa mengerek konsumsi.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan apabila suku bunga perbankan turun maka investasi akan naik, tetapi suku bunga perbankan tidak hanya terkait investasi tetapi juga dipakai untuk konsumsi.

"Kredit kan ada untuk investasi dan konsumsi. Kalau secara umum kecenderungan bunganya turun akan ada efeknya ke konsumsi karena kredit konsumsinya kena imbas," kata Suahasil di DPR, Senin (25/9/2017).

Kendati demikian, menurut Suahasil, soal berapa cepat efek pemamgkasan suku bunga tersebut terhadap konsumsi pemerintah masih menerlukan kajian yang lebih terukur. Namun jika melihat kasus di Indonesia, implikasi pelonggaran moneter terhadap konsumsi masih membutuhkan waktu.

"Jadi nanti kami lihat deh seperti apa progresnya. Tapi penurunan suku bunga ini jadi suatu signal positif bagi perekonomian," imbuhnya.

Soal cosf of funds, kendati diperkirakan terpengaruh, tetapi menurutnya cost of funds lebih banyak dipengaruhi inflasi. Apabila inflasinya turun seperti sekarang ini, maka bisa ditawakan suku bunga secara kompetifif.

Sebelumnya Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan menurunkan BI 7-DRRR sebesar 25 basis dari 4,5% menjadi 4,25%. Penurunan suku bunga tersebut masih konsisten dengan realisasi inflasi 2017 yang rendah, serta perkiraan inflasi 2018 - 2019 yang akan berada di titik tengah sasaran dan defisit transaksi berjalan.

Tag : konsumsi rumah tangga
Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top