Dirikan Asuransi Jiwa, BTN Gandeng Pemodal dari Hong Kong

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. akan menggandeng investor dari Hong Kong untuk masuk dalam anak usahanya yang baru di bidang asuransi jiwa yang akan diberi nama BTN - Jasindo Life.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 25 September 2017  |  16:48 WIB
Dirikan Asuransi Jiwa, BTN Gandeng Pemodal dari Hong Kong
Bank BTN - ilustrasi
Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. akan menggandeng investor dari Hong Kong untuk masuk dalam anak usahanya yang baru di bidang asuransi jiwa yang akan diberi nama BTN - Jasindo Life. 
 
Perusahaan tersebut merupakan hasil patungan antara BTN dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) yang direncanakan akan diresmikan pada awal Desember 2017. 
 
Managing Director Strategic, Compliance, & Risk Bank BTN Mahelan Prabantarikso menyatakan untuk tahap awal, bank spesialis kredit pemilikan rumah tersebut akan menjadi pemegang saham mayoritas dengan porsi 89%, sedangkan Jasindo menjadi pemegang saham minoritas dengan porsi 11%. 
 
"Nanti diperkirakan dari FWD Life dari Hong Kong akan berperan sebagai advisor untuk memberikan technical assistensi di awal-awal pembentukan asuransi yang baru. Nanti diperkirakan di tahun ke berapa, kemungkinan mereka juga akan ikut masuk sebagai pemegang saham apabila dimungkinkan untuk menerbitkan saham baru lagi," katanya kepada Bisnis, belum lama ini. 
 
Mahelan menjelaskan, suntikan modal dasar yang dipatok untuk perusahaan joint venture tersebut berkisar Rp500 miliar - Rp600 miliar. Namun, untuk tahun ini, modal yang disiapkan baru mencapai Rp150 miliar dan akan dipenuhi secara bertahap dalam empat hingga lima tahun ke depan. 
 
Adapun, investor asal Hong Kong tersebut direncanakan akan masuk pada saat pelaksanaan rights issue yang direncanakan dilakukan setiap dua tahun sekali untuk mendukung ekspansi kinerja. 
 
"Apabila semakin baik kinerja dan labanya, otomatis kami butuh modal baru untuk berkembang. Nantinya setiap dua tahun butuh menerbitkan saham baru, nah di situ ada peluang. Kami membuka diri kalau ada yang mau gabung sebagai pemegang saham sampai Rp500 miliar - Rp600 miliar modal dasar terpenuhi."
 
Sebagai informasi, emiten dengan kode saham BBTN tersebut menganggarkan dana sebesar Rp700 miliar pada tahun ini untuk pertumbuhan sektor usaha nonorganik. Dana tersebut rencananya akan diinvestasikan oleh manajemen untuk mengakusisi atau membentuk anak usaha baru. 
 
Selain asuransi BTN - Jasindo Life, BTN menganggarkan pembentukan anak usaha multifinance sebesar Rp150 miliar serta perusahaan investasi dengan alokasi Rp200 miliar. Sisanya digunakan untuk keperluan biaya operasional. 
 
Perseroan menargetkan, rencana akuisisi anak usaha perusahaan pelat merah, PT Danareksa Finance, juga dapat rampung sebelum akhir 2017. "Jadi perkirakaan kami pada akhir tahun, minimal kami sudah punya dua anak usaha dari target tiga tahun ini. Satunya lagi diharapkan terealisasi tahun depan."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
btn

Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top